Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Introspeksi

SUJUDKAN-diri (dok MAJT/us)
RAMADAN-kali ini, jadikan lebih baik. 

Mumpung sehat ada pada kita. 


Coba pertanyakan diri! 

Sudah genapkan shalat wajib? 

Sudah pula bertarawihkah hari ini? 

Jangan sampai terlambat. 

Introspeksi diri segera. 

Ambil air wudlu. 

Gelar sajadah. 

Dan segera, segera kerjakan. 


Coba sesekali lihat kuburan. 

Sepi bukan! 

Hanya ada batu nisan. 

Tulisan nama orang yang meninggal. 

Ia sendirian. 

Amalnya yang setia temani. 


Rumah mewah, masih ada di dunia, tidak ia bawa. 

Mobil berjejer, masih ada di garasi, tidak ia bawa. 

Sawah berhektar-hektar, masih membentang, tidak ia bawa. 

Bahkan jadi rebutan yang hidup dikehidupan. 


Sadarlah sebelum terlambat. 

Mumpung Allah masih kasih kehidupan. 

Allah masih kasih kesehatan. 


Namun! 

Kita banyak lupa kepada-Nya. 

Mendekat kepada-Nya kala ada coba saja. 

Terlalu banyak lupa kepada-Nya. 


Duh manusia. 

Kapan engkau sadar. 

Kapan engkau berubah. 

Andai orang mati bisa ngomong. 

Betapa berartinya amal. 

Tidak ada yang mengesampingkan amal. 


Tapi sekali lagi. 

Manusia disibukkan dunia. 

Ibadahnya lupa. 

Atau nanti-nanti saja. 

Setelah saya tua, katanya. 


Padahal setelah tua. 

Tubuh tidak lagi sempurna menjalankan. 

Akhirnya menyesal. 

Lalu! Salah siapa bila tidak ada kesempatan lagi. 

Karena umur itu misteri. 

Bisa datang kapan, dan kepada siapa saja yang dikehendaki.


Penulis:

Usman Roin adalah Dosen Prodi PAI UNUGIRI Bojonegoro dan Mahasiswa Doktor UIN Walisongo Semarang.


1 komentar untuk "Introspeksi"

  1. Subhanallah, terimakasih bapak sudah di ingatkan melalui karya tulis panjengan yang penuh makna, akan arti peting sebuah kesempatan dalam meniti kehidupan

    BalasHapus