Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mudah Temukan Jurnal

TAMPILAN-google scholar (dok/Us)
BAGI-anda yang masih bingung cara menemukan referensi jurnal secara efektif, tulisan ini layak dibaca kemudian dipraktekkan. Karena, di zaman keberlimpahan sumber informasi, masih banyak “yang salah” memilih jalan saat melakukan pengutipan dalam membuat karya tulis ilmiah –berupa makalah– dan sejenisnya. 

Potret yang salah tersebut adalah praktek pembuatan makalah super kilat, “copy-paste”, atau “gunting-tempel”, yang kemudian disajikan menjadi karya tulis.

Perlu diketahui, perilaku di atas tidaklah dibenarkan. Cara mengambil rujukan karya tulis ilmiah dengan model “copy-paste” atau “gunting-tempel” adalah cara instan yang tidak mendidik. 

Prof. Masdar Hilmy dalam buku Pendidikan Islam dan Tradisi Ilmiah, (2016:20), menyebut sebagai pencurian hak cipta intelektual orang lain (plagiarisme). Adapun bagi penulis, sama saja menjadi “agen” tumbuh suburnya plagiat (penjiplakan) yang “haram” hukumnya dilakukan oleh kaum intelektual. 

"Plagiat" sendiri sebagai bentuk perilaku tak terpuji, dalam KBBI online berarti mengambil karangan –pendapat sebagian– dari orang lain dan menjadikan sebagai karangan –pendapat dan sebagainya– sendiri. 

Karenanya, saat akan mengutip dengan cara tersebut, kejanggalan yang dalam terminologi Gus Baha disebut “isykal”, pasti akan muncul dari relung hati terdalam. Antara “ia vs tidak”. Lalu, pilihannya mana? Langkah selanjutnya ada pada diri anda. 

Tips Cari Jurnal

Pandemi Covid-19 yang belum berakhir, tentu menyulitkan anda –yang berstatus mahasiswa– untuk mencari literatur dari buku secara fisik. Hanya saja, itu tidak bisa dijadikan alasan pokok penulisan makalah terhambat literatur. Kemudian mengambil sumber-sumber –asal-asalah, abu-abu– yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. 

Perlu diketahui, masih ada sumber lain yakni, tulisan-tulisan elektronik jurnal (ejurnal) yang melimpah-limpah saat kita ketik pada mesin pencarian. Pertanyaannya, mau apa tidak anda melakukan penelusuran yang dalam metode penelitian disebut sebagai proses pengumpulan data? 

Oleh karena itu, agar anda menjadi baik dan benar dalam menyajikan karya tulis, melalui pencantuman sumber-sumber rujukan yang kredibel, tips ini bisa dilakukan:

Pertama, ketik “Google Scholar” pada mesin pencarian. Setelah ditemukan, kemudian klik, dan anda akan digiring kepada “papan” mesin pencarian.

Kedua, ketik topik bahasan makalah. Contoh, topik bahasan makalah yang akan dibuat adalah “etika dan estetika”. Ketik saja “etika dan estetika” kemudian search (telusuri). Seketika itu akan tampil ratusan jurnal ilmiah yang lama atau baru, untuk kemudian tinggal dipilih kesesuaiannya dengan topik makalah yang akan dibuat.

Ketiga, download jurnal. Setelah menemukan topik bahasan, download one by one untuk disimpan di gadget atau laptop.

Keempat, baca dan telaah. Pada langkah ini, jurnal-jurnal yang telah download kita baca dan telaah satu persatu. Yang relevan dengan topik bahasan kita pilih. Adapun yang tidak, bisa kita hapus (delete) agar tidak memenuhi memori gadget atau hardisk laptop. 

Kelima, kutip dengan parafrasakan. Pada wilayah inilah yang krusial dan harus sering berlatih yakni, mengutip dengan baik dan benar. Jangan sampai terlalu banyak mengutip berlembar-lembar dan sumbernya hanya satu. 

Atau pula, gaya mengutip sama persis kata-katanya dengan sumber tulisan yang dikutip. Kemudian, by pass “digunting” dan “ditempel” dalam lembar makalah, disajikan, dan dipresentasikan. Itu namanya plagiat atau penjiplakan mutlak.

Yang dianjurkan adalah parafrasa, yakni penguraian kembali hakikat maksud teks –ejurnal, buku sebagai misal– yang akan dirujuk, untuk kemudian dirubah pola struktur kalimatnya dalam pemahaman ala kita sendiri. 

Jangan lupa, setelah struktur kalimatnya kita rubah, cantumkan sumber rujukannya sebagai bukti identitas penguat, bahwa rujukan kita legal dan kredibel (dipercaya) untuk dituangkan kembali dalam makalah sebagai hak cipta karya tulis ilmiah anda berikutnya.

Sebagai contoh, penulis mengutip ejurnal dengan teks asli sebagai berikut: Menurut penelusuran sejarawan Muslim dan pakar pendidikan Islam, Ahmad Syalabi, disimpulkan secara tegas bahwa sejarah pendidikan Islam memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan masjid; dimana masjid merupakan tempat yang sangat urgen bagi pengembangan budaya Islam dan di tempat yang suci ini pula kegiatan studi dan pendidikan Islam berawal.

Jika kemudian diparafrasakan, teksnya kurang lebih sebagai berikut: Sejarawan muslim yang juga pakar pendidikan Islam, Ahmad Syalabi, memberi kesimpulan, bahwa ada kesinambungan yang kuat antara histori pendidikan Islam dengan masjid. Yakni, kegiatan studi yang dilakukan di masjid, menjadi cikal bakal lahirnya pola pendidikan Islam sebagai sarana ekspansi budaya Islam pada masa awal Islam.

Cara sederhana di atas, semoga bisa membantu anda senantiasa belajar, berlatih, dan berlatih hingga terampil mencari rujukan yang kredibel dan cerdas mengutip dengan cara yang halal. Selanjutnya, karya tulis ilmiah bermutu pasti akan anda telurkan sejak dini. Selamat mencoba.

Penulis:

Usman Roin adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro.

Posting Komentar untuk "Cara Mudah Temukan Jurnal"