Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuasai Imtak dan Iptek

MASJID-Al-Hikmah (us/dok)
KALI-pertama, saya coba mencatat isi dari khotbah yang disampaikan khatib. Rasanya memang aneh, merekam apa yang diuraikan khatib lewat gadget dalam bentuk tulisan. Orang yang tidak mengerti justru akan berasumsi negatif, “Saat khotbah kok WA-nan”. Padahal, penyakit akut yang sering terjadi saat khatib menyampaikan khotbahnya adalah kantuk, bahkan ada yang bablas tidur.

Terlebih, saya tidak jumatan di tempat biasa. Berpindah di masjid lain lebih tepatnya. Dalam khutbah yang dimulai pukul 12.03-12.16 Wib, khatib menyampaikan fenomena zaman modern yang ditandai dengan kecanggihan teknologi. Bahkan dalam khotbahnya, sang khatib meminta pada hadirin (sebagai umat Islam) agar jangan gaptek. Melainkan justru ikut menguasai perkembangan teknologi.

Keinginan sang khatib tersebut sungguh masuk diakal. Jangan sampai kita ‘sebagai umat Islam’ terbelakang karena tidak menguasai teknologi. Yang lebih ngeri, dalam penggambaran khatib, kita hanya akan menjadi penonton atas kekayaan mineral Indonesia yang digambarkan dalam gemah ripah loh jinawi atau tentram dan makmur serta sangat subur tanahnya

Justru orang asing ”Yang menguasai teknologi” datang sebagai pengendali kekayaan kita. Di sinilah pesan terdalam yang ingin disampaikan oleh sang khatib kepada para jemaah.

Oleh karena itu, khatib dengan mendasarkan pada firman Allah surat al-Mujadalah: 11, menginginkan agar umat Islam semangat menuntut ilmu. Yakni, menguasai Imtak dan Iptek. Di sisi lain, khatib juga memperkuat melalui hadis riwayat Ibnu Majah “Mencari ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki maupun perempuan”

Masih ditambah satu hadis lagi sebagai penguat, yakni riwayat at-Tirmidzi “Siapa yang menghendaki kehidupan dunia wajib baginya memiliki ilmu, siapa yang menghendaki kehidupan akhirat wajib baginya memiliki ilmu. Bahkan, siapa yang menghendaki keduanya (dunia, akhirat) wajib baginya memiliki ilmu”.

Di akhir hutbah, khatib juga mengingatkan, mumpung masuk di bulan Rabiul Awal, kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW yang identik dengan peringatan maulid, khatib mengingatkan bahwa ada pengetahuan yang juga akan didapatkan atas teladan baginda yang disampaikan kala peringatan tersebut. 

Semoga, lewat peringatan maulid ini, semangat menggali uswah mencari ilmu atas sifat cerdas Rasul “Fatanah” menginspirasi kita untuk segera “Gas pol” berangkat ke masjid, musala, bahkan via daring, mendengarkan mauidoh hasanah-nya.  

Pesan Khatib; di Masjid Al-Hikmah  Jl. Tlogo Warno 185 Perum Pondok Indah, Palebon, Pedurungan, Kota Semarang.

Penulis : Usman Roin

Posting Komentar untuk "Kuasai Imtak dan Iptek"

Berlangganan via Email