Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Bukuku Lahir dari Status WA

TAHUN-2020, alhamdulillah lahir buku saya yang ketiga berjudul 50 Status Inspiratif (Semarang: YAPAPB Semarang, 2020). Adapun buku yang pertama, Langkah Itu Kehidupan (Yogyakarta: Semesta Hikmah, 2013), ini menjadi kado ‘souvenir’ untuk pernikahan saya. Sementara buku kedua, Menjadi Guru: Sehimpun Catatan Guru Menulis (Kendal: Pelataran Sastra Kaliwungu, 2019), menjadi buku antologi bersama dua guru lainnya yang suka menulis.

Ihwal buku ketiga, ini lahir dari keisengan melihat status WhatsApp (WA) yang saya buat. Namun seiring dengan waktu menghilang. Bila tidak percaya, coba lihat keterangan pada status WA yang Anda buat. Bunyinya, Pembaruan status Anda akan hilang setelah 24 jam. Munculnya status yang saya buat 100% original. Tidak mengutip, menyadur, bahkan copy paste perkataan orang lain. Di sinilah yang mahal dari conten buku saya.

Secara singkat, di buku 50 Status Inspiratif ini, saya ingin membuat ratusan status untuk kemudian saya bukukan. Namun dalam pelaksanaannya, ternyata m…

Status WA pun Bisa Jadi Buku

BICARA-update status, setiap kepala yang faham akan gadget pasti melakukan hal itu.

Terlebih, hari ini siapa anak milenial yang luput dari bekal itu? Tentu update status menjadi bagian dari eksistensi diri mereka terhadap aneka peristiwa, kreativitas diri yang dimiliki, dunia pekerjaan yang digeluti, hingga sekadar lucu-lucuan sebagai hiburan. Entah itu karya sendiri atau cukup mengunduh hasil karya orang lain untuk kemudian dijadikan update status.

Hanya saja, jarang dari kita coba untuk membuat status khas karya kita. Kalaupun ada, kadang status yang telah diketik dan ter-update dibiarkan saja menguap. Padahal bila status yang menurut kita inspiratif tersebut, jika kemudian dikumpulkan tentu akan menjadi  buah karya yang menarik untuk dibaca.

Sebaik bukti, buku berjudul 50 Status Inspiratif karya saya ini adalah kebenaran yang tak semu, dan rugi banget jika status kita yang terupdate di WA atau media sosial lainnya dibiarkan begitu saja pergi. Berganti dan menghilang secara otomatis.

Antara Iya dan Tidak "Reorganisasi"

ADA-diskusi hangat sebuah organisasi perihal iya atau tidak (pending) reorganisasi dilakukannya. Melihat KBBI online “reorganisaai” bermakna penyusunan atau penataan kembali pengurus, lembaga, dan lain sebagainya. Terlebih, masa kepemimpinan telah berakhir. Hanya saja, di tengah situasi pandemi Covid-19 lah yang menjadi problem baru untuk menyelenggarakannya. Apalagi, semua orang dituntut untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Bahkan turunan aturan sudah tertuang, berseliweran, baik dalam bentuk Surat Edaran (SE), Maklumat, dan lain sebagainya di medsos.
Secara normatif, memang betul, bahwa momen pergantian adalah sakral. Karena disitulah akan terjadi diskusi hangat terkait perumusan dan penetapan aturan ‘baru’ yang dirasa sebagai penjelas (pasal atau ayat) hingga peniadaan yang membuat multi tafsir, apalagi sudah tidak relevan dengan zaman.
Perlu disadari, estafet kepemimpinan itu sunnatullah. Artinya, pergantian kepemimpinan itu adalah hal yang mutlak harus dilaku…

HLH: Jangan Hanya Diperingati

BERSEPEDA-bisa menjadi bagian dari ikut merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day (WED) yang jatuh setiap tanggal 5 Juni.

Kebetulan sekali, Jumat, 5 Juni 2020 ini adalah Hari Lingkungan Hidup (HLH). Tentu bentuk peringatan akan pentingnya menjaga lingkungan haruslah konkrit. Sebagai misal bersepeda atau jalan kaki kala ke kantor bagi yang dekat dengan rumah. Terlebih, masa pandemi Covid-19 ini stamina kesehatan juga harus dijaga agar kebugaran badan terasa. Maka berolahraga adalah sarana efektif sekaligus upaya menyingkap kebosanan selama stay at home.

Bentuk peringatan lainnya, saya melihat pada medsos juga banyak bertebaran update status yang menunjukkan hari ini sebagai HLH. Hal itu sah dilakukan sebagai bentuk informasi, kampanye bahwa peringatan HLH perlu diketahui bersama. Apalagi, tingkat perusakan terhadap lingkungan luar biasa.

Contoh kecil saja, masih banyak orang membuang sampah di selokan/got depan rumah selesai menyapu di pagi atau sore hari. Bila …