Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Spirit Belajar di Tahun Baru

BERAKHIRNYA-liburan natal dan tahun baru, tentu menyisakan tanda tanya mendalam. Apakah spirit perubahan ada pada kita semua, tidak terkecuali para pelajar dalam hal belajar? 

Pertanyaan ini penulis tekankan agar jangan sampai kehadiran tahun baru sekadar berlalunya kalender bulan Desember yang lama (old) menuju lembaran bulan Januari baru (new) yang nihil dari aktivitas dan semangat belajar. Justru tahun baru adalah tahun merumuskan strategi kehidupan untuk setahun yang akan datang tidak terkecuali kepada para pelajar dalam hal sukses belajarnya. Tujuannya, guna menjemput kesuksesan hidup yang diimpikan. Sehingga, peralihan zaman now –tahun baru– menjadi pemantik diri untuk memperbaiki segala usaha (ikhtiar maupun doa) sebagai langkah memperbarui mindset (pola pikir) guna mewujudkan goal tujuan kehidupan yang diimpikan melalui implementasi nyata melalui spirit baru belajar.

Tentang belajar bagi para pelajar pasca liburan, yang diperlukan adalah menciptakan lingkungan pembelajar. Lingku…

Opak ‘Sadaria’, Perjuangan Rantau Pencari Nafkah

ADA-fenomena empati luar biasa kala sedang menemani istri belanja bahan ‘Puding’ disalah satu swalayan ‘Super Indo’ di Majapahit. Empati itu terasa, saat sampai di parkiran dan menata motor agar lurus dan rapi. Peristiwa itu bermula kala penulis lihat di ujung pembatas antara parkir motor dan mobil, duduk beralaskan kardus seorang Bapak yang sedang berjualan opak ‘Sadaria’ bila tidak salah namanya.

Yang membuat penulis penasaran adalah, lalu lalangnya orang keluar dari swalayan ternyata tidak begitu ada yang bersimpati untuk membeli dagangannya. Yang lebih mengherankan lagi, si Bapak tersebut dalam menjajakan opaknya, juga membawa tas rangsel. Perkiraan penulis, jika demikian, si Bapak tersebut bukan asli Semarang. Sebab, membawa tas selain bahan dagangannya.

Sesekali, si Bapak tersebut meminum es teh yang dibeli sembari melihat datang dan perginya orang berbelanja. Penulis yang telah parkir di belakangnya merasa iba, ingin membeli opak yang masih banyak. Keibaan penulis ini tidak punya…