Langsung ke konten utama

Kisah Pilu ‘Karpet Masjid’

ADA-kisah menarik tentang karpet masjid. Tepatnya karpet masjid yang selesai dicucikan namun tidak kunjung dipasang-pasang kembali oleh marbot. Mengutip wikipedia.org, marbot masjid adalah seseorang yang bertanggung jawab mengurus keperluan masjid, utamanya yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan tempat ibadah tersebut.

Terlebih, meminjam bahasa H. Ahmad Yani dan Achmad Satori Ismail dalam buku ‘Menuju Masjid Ideal’ (2001: 96) bahwa kelengkapan fasilitas masjid (Karpet, AC, ruangan-ruangan, dll) adalah bagian dari tanda langkah-langkah menuju masjid itu dikatakan ideal. Sebab, masjid telah memiliki kelengkapan fasilitas untuk memakmurkan umatnya baik terkait ubudiyah, sosial, pendidikan dan lain-lainnya.

Anehnya, melihat karpet sebagai kelengkapan fasilitas masjid yang ideal, dan tidak kunjung dipasang, tidak banyak yang coba memberi masukan. Atau justru, penulis yang terakhir memberi masukan. Entahlah, yang penting penulis coba untuk ikut mengingatkan. Padahal keberadaan karpet masjid itu adalah hasil dari sedekah jamaah yang semestinya di pasang demi kenyamanan jamaah saat beribadah.


Namun apalah jadinya, ternyata walau sudah selesai dicucikan dan bersih, tidak kunjung dikembalikan oleh marbot sebagaimana mestinya. Penulis yang tidak tahan, dalam arti untuk ikut mengingatkan kepada panjaga masjid (Marbot) mencari tahu, apa alasan marbot sampai menunda memasang karpet yang selesai dicuci.


Penulis pun mulai dari bertanya. "Maaf pak, kenapa karpet masjid kok belum dipasang? Padahal kan sudah selesai diantarkan karpet cuciannya!"


Si marbot kemudian menjawab, "Rencana akan dipasang besok Jumat," ucapnya.
Penulis balik bertanya, "Kenapa mesti besok Jumat?"
Jawab marbot, "Biar tambah awet," ucapnya! 


Penulis kemudian balik memberi wejangan, "Pak (Marbot) kalaupun karpet cepat rusak, jamaah masjid akan sangat peka untuk berebut berinfak dengan membelikan lagi."


Penulis juga meneruskan, "Justru kalau jenengan (Marbot) menangguhkah pemasangan kembali karpet, lalu apakah para jamaah yang sudah berinfak mendapat pahala jariyah dari karpet yang tidak terpasang?"


Mendengar hal itu, marbot kemudian baru sadar dan seakan-akan sudah mengerti, namun belum kunjung dilakukan. 


Penulis kemudian menambah, "Justru jika jenengan (Marbot) menahan pemasangan karpet tersebut, jenengan (Marbot) kedosan. Karena tidak menyampaikan amanah dengan baik. Yakni, karpet yang seharusnya dipasang untuk kenyamanan beribadah, malah disimpan saja."

Akhirnya, selesai mengingatkan hal tersebut, penulis kembali ke kantor dengan mengingat-ingat, ternyata saling mengingatkan itu diperlukan. Kata mutiara Arab mengatakan ‘Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkanmu dalam kebaikan.’

Semoga, centilan kecil penulis ini adalah bukti bila penulis adalah teman baik. Amin ya rabbal ‘alamin.


Oleh: Usman Roin 
Penulis adalah Pengelola Abjad  gurunulis.com

Komentar

  1. Ngko tak omongane marbotku....yen gak nurut, aku tak njalok tulung smpyan melu ngileke...😛

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap dhan Iman, tak iwangi pokoknya 🤭😁

      Hapus
  2. Iwangi ngopo......
    Jokjok mung iwangi ndelok tok...😫

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak iwangi ngandhani dhan, insya Allah manjur 🤭

      Hapus
  3. top markotop, ni jg mengingatkan kita semua akan tanggungjawab kita sesuai profesi kita masing2. iki jnengane podo2 ngamalke dawuhe gusti Allah
    تواصوا بالحق وتواصوا بالصبر

    BalasHapus
    Balasan
    1. Matur nuwun Yi Siroj., mugi2 saget dadosake kesaenan. Amin 🤲

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remaja MAJT yang Eksis

 SETELAH-sekian lama menjadi aktivis Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma-JT), kini dipertemukan kembali walau dengan keadaan yang berbeda. Dulu yang masih singgel, kini sudah dobel, dan tripel (beranak satu, dua, tiga dst). Justru dari Risma -JT lah mereka semua dipertemukan. Dari yang masih lucu, imut, dan amit-amit kata om Eko Irianto yang punya ciri khas ‘Jenggot naganya.’ 

Kini, aktivis Risma-JT yang tergabung dalam Silaturrahim Alumni (Salam) tetap eksis viaon line lewat grup WhatsApp (WA) yang sudah 8 tahun dibentuk. Tepatnya 27 September 2012 silam. Hadirnya grup ini tidak lain berfungsi sebagai media silaturrahim. Selain itu juga menjadi jembatan ide, gagasan, dan masukan untuk kepengurusan Risma-JT, tidak saja hari ini, tapi dari masa ke masa. 

Hal lainnya, juga sebagai sarana up date informasi tambahan. Bilamana terdapat informasi, kegiatan, atau kajian akbar yang ingin diikuti oleh Salam Risma-JT agar keterikatan dengan masjid tetap terjaga.

Kehadiran Salam Risma-JT, …

Agar Produktif Menulis

MENULIS-memang penuh lika-liku emosi. Kadang ia menunjukkan capaikan yang luar biasa, namun pada suatu saat akan surut sebagaimana air laut. Apalagi bila sematan “penulis” sudah ada, tentu produktifitas menulis harus dijaga. Usahanya adalah dengan cara menulis, menulis dan menulis.
Menulis “walau dari dini” orang belajar, namun belum dijadikan sebagai kebiasaan (habit). Apalagi program literasi juga baru digemborkan. Tentu sumber untuk menghasilkan tulisan akan jauh dari panggang. Ibaratnya menulis belum menjadi kebiasaan sebagaimana kebutuhan pokok seperti makan, minum dsb. Alhasil, karya tulis akan minim dihasilkan oleh insan manapun.
Hal itu belum ditambah pengaruhi gaya hidup milenial sekarang ini. Dimana instan menjadi pemandangan keseharian. Alhasil lahirlah generasi “micin” yang hanya pintar merasakan tanpa tahu bagaimana berproses, mengasah potensi, hingga berjuang memerangi kemalasan dirinya sendiri. Boro-boro melahirkan karya, mengendalikan diri saja untuk berbuat positif tak…

Bahagialah yang Punya Laptop Jadul

LAPTOP-jadulku selalu menemaniku. Ia seakan seperti ‘istri kedua’. Sejak pertama kali saya beli 28 Juni 2011. Dan kali ini (tahun 2019)  sudah genap delapan tahun. Masya Allah, sungguh awet sekali di kau laptop.

Sedikit informasi, saking jadulnya laptop yang saya miliki, program Windows nya saja masih menggunakan XP atau ‘Experience,’ yang mengutip wikipedia.org merupakan penerus Windows 2000 Professional dan Windows Me, dan merupakan versi sistem operasi Windows pertama yang berorientasi konsumen yang dibangun di atas kernel dan arsitektur Windows NT . Tentu kalau sekarang sudah tidak zaman dan sulit ditemukan service komputer yang mau meng install aplikasi tersebut. 

Walau jadul, laptop yang saya punyai selalu saya rawat. Contoh kecil, bila berdebu selalu saya bersihkan dengan kanebo yang agak lembab dengan air untuk menghilangkan butiran debunya. Lalu, terhitung sudah delapan tahun sejak pembelian, laptop ini baru sekali ganti batrai. Hemat saya, walau jadul tapi tenaga masih prima. …