Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Kisah Pilu ‘Karpet Masjid’

ADA-kisah menarik tentang karpet masjid. Tepatnya karpet masjid yang selesai dicucikan namun tidak kunjung dipasang-pasang kembali oleh marbot. Mengutip wikipedia.org, marbot masjid adalah seseorang yang bertanggung jawab mengurus keperluan masjid, utamanya yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan tempat ibadah tersebut.

Terlebih, meminjam bahasa H. Ahmad Yani dan Achmad Satori Ismail dalam buku ‘Menuju Masjid Ideal’ (2001: 96) bahwa kelengkapan fasilitas masjid (Karpet, AC, ruangan-ruangan, dll) adalah bagian dari tanda langkah-langkah menuju masjid itu dikatakan ideal. Sebab, masjid telah memiliki kelengkapan fasilitas untuk memakmurkan umatnya baik terkait ubudiyah, sosial, pendidikan dan lain-lainnya.

Anehnya, melihat karpet sebagai kelengkapan fasilitas masjid yang ideal, dan tidak kunjung dipasang, tidak banyak yang coba memberi masukan. Atau justru, penulis yang terakhir memberi masukan. Entahlah, yang penting penulis coba untuk ikut mengingatkan. Padahal keberadaan karpet m…

Si Keset dan Si Rajin

ADA-kisah seseorang, sebutlah Office Boy (OB) di sebuah lembaga pendidikan yang membuat penulis geli. Geli itu karena patnernya tidak bisa diajak kerjasama untuk sama-sama saling menyelesaikan tugas yang telah dibagi, baik dari segi tempat, wilayah mana saja yang akan dikerjakan, sesuai dengan tupoksi.

Sebagai manusia normal, jika punya teman se-profesi lalu dia banyak tidak melakukan tupoksi pekerjaannya, kira-kira apa yang anda rasakan? Jengkel, malas, marah, pasti itu yang sama-sama kita rasakan. 

Perlu diketahui, rasa jengkel dan lain-lainnya itu hadir, karena dari hati yang paling dalam tidak tega bila ada dua orang patner bekerja, namun satunya ‘si keset’ ogah-ogahan dalam menyelesaikan tanggung jawabnya. Sedangkan satunya, ‘si rajin’ sregep hingga terkadang membantu pekerjaan ‘si keset’, namun ‘si keset’ seakan-akan tidak merasa  dibantu.

Lebih parah lagi, bila ‘si keset’ ini adalah orang yang sudah lama lahir menjadi pegawai. Hanya saja, ia salah, gagal paham, dan berpikir cingka…