Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri ‘Alas Duduk’

ADA-yang luput terkait menjaga kebersihan (pakaian) saat guru melakukan pembelajaran kepada anak. Peristiwa itu penulis temukan sudah berulang kali. Anak duduk tanpa memakai alas, dilantai yang lalu lalang sepatu, sandal, dan secara bergiliran menginjak keramik yang akhirnya diduduki oleh mereka.

Bisa jadi, masih ada sisa-sisa percikan ‘najis’ yang menempel dari kamar mandi. Lalu kemudian berpindah dari satu lantai ke lantai lainnya lewat sarana alas kaki. Belum lagi kalau anak-anak duduk sembarangan di halaman sekolah. Padahal, biasanya ludah sering dikeluarkan dari mulut. Juga, kotoran hewan yang kadang terbawa oleh alas kaki saat berjalan.


Fakta demikian kadang menggelikan penulis. Kenapa untuk duduk di tempat yang benar, anak-anak tidak diarahkan dengan baik? Teori bersih seperti tak berguna, tak tertanam dalam kenyataan. Padahal, bisa saja guru menginformasikan agar anak memilih tempat duduk yang bersih demi menjaga kebersihan pakaiannya. Apalagi, pakaian sekolah adalah satu-satunya pakaian yang digunakan untuk salat juga.


Yang agak ‘berbahaya’ bagaimana bila dari kotornya pakaian, kemudian digunakan untuk salat di masjid? Jadinya berpindah di karpet. Ini hal sepela, namun jarang yang mengambil sikap. Alasannya, “Kan masih kecil, lama-lama dewasa nanti akan mengerti sendiri.”


Bagi penulis, kedewasaan seseorang utamanya dalam hal menjaga kebersihan akan terwujud manakala sejak dini mereka dibiasakan untuk menjaga kebersihan dirinya. Justru keberhasilan terbesar ada pada pembiasaan mereka. Jika tidak, tidak ayal bila pakaian kotor, anak akan membiarkan saja. Sebab, ia tidak pernah diingatkan tentang pentingnya arti menjaga kesucian diri lewat pakaian yang dikenakan.


Di sisi lain, ada keterputusan pemahaman antar guru. Guru-guru yang paham agama tidak ada tindakan menginformasikan bahkan meminta kepada sesama guru lain, agar ketika anak-anak belajar (indoor atau outdoor) menjaga kebersihan pakaian yang dikenakan adalah kewajiban. Salah satunya dengan mengenakan ‘alas kertas’ bila harus duduk di lantai atau halaman. 


Semua itu dalam rangka mendidik anak untuk menjaga kebersihan pakaian agar kemudian menjadi sah salatnya. Karena bagian dari syarat sah salat seseorang salah satunya adalah, menutup aurat dengan pakaian yang suci. Lebih lanjut baca Imam Abu Suja’ dalam kitab Taqrib.

Oleh: Usman Roin
Penulis adalah pengelola abjad gurunulis.com

Posting Komentar untuk "Misteri ‘Alas Duduk’"

Berlangganan via Email