Langsung ke konten utama

Aku dan Usiaku

JIKA-usiamu bertambah, rencanakanlah untuk melakukan hal-hal baru dengan baik.”
(Usman Roin)

Kata inspiratif yang penulis buat ini orisinal. Tanpa formalin. Apalagi berkonotasi plagiasi. Tidak sama sekali. Kata inspiratif yang penulis buat ini lahir seiring dengan penambahan usia penulis. Muncul pada Kamis, 1 Agustus 2019, yang kemudian penulis ketik di laptop one by one dengan inspirasi kata lainnya. Untuk jangka panjang, insya Allah akan berwujud karya buku.


Penulis sadar bila penulis akan bertambah usia di Agustus ini. Sebagaimana jamak kita lihat, saat orang bertambah usia (Ulang tahun) yang identik adalah perayaan. Minimal memberi kejutan dengan ucapan lewat media sosial (Medsos), tiupan lilin dari yang tercinta atau keluarga, teman dan lain sebagainya.


Secara pribadi, ketika usia penulis bertambah, penulis merasa harus merencanakan hal yang baru. Segi tanggung jawab sebagai kepala keluarga harus penulis penuhi dan laksanakan. Semakin sayang dengan Istri dan keluarga. Semakin giat bekerja. Segera membangun rumah sendiri, dan lainnya dengan penuh semangat dan optimistis. 


Sedang untuk hobi, penulis juga sudah merencanakan untuk tiga hari sekali menghasilkan karya tulis. Lalu, karya tulis tersebut akan penulis posting di website pribadi gurunulis.com, yang alhamdulillah sudah memiliki penggemar. Selain itu, setiap bulannya penulis juga akan konsisten menulis artikel di media massa. Adapun setahun sekali, penulis juga ingin melahirkan karya buku. 


Silahkan baca jugaLamunan Matematis Menulis

Perencanaan sebagaimana penulis paparkan tersebut adalah spirit untuk melakukan perubahan secara pribadi. Jangan sampai bertambahnya usia menghalangi kreatifitas. Melainkan penulis pupuk agar jiwa muda penulis senantiasa tumbuh, tidak menjadi penghalang, melainkan menyala-nyala mengalahkan yang muda. 


Hal yang sama juga perlu pembaca terapkan. Untuk merubah lingkungan (Keluarga, sekolah, dan masyarakat) kuncinya ada pada kita sendiri. Mau menginspirasi untuk orang lain atau tidak. Jika mau, artinya pembaca mempersiapkan diri untuk menjadi pendorong dari kesuksesan orang lain. Hal ini sebagaimana hadis Nabi, riwayat Ahmad dan Thabrani, yang berbunyi: Khoirunnas anfa'uhum linnas. Artinya: Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain.


Oleh: Usman Roin
Penulis adalah Guru Ekskul Jurnalistik SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Editor Buku “Yang Melangit dari Kata: Kumpulan Kata Mutiara SMP IT PAPB Semarang,” Editor Buku “42 Renungan Inspiratif Kehidupan,” Editor serta Penulis Buku “Menjadi Guru: Sehimpun Catatan Guru Menulis,” Penulis Buku “Langkah Itu Kehidupan: 5 Langkah Hidup Bahagia,” Pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Tengah, Koord. Devisi Komunikasi & Hubungan Media Majelis Alumni IPNU Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remaja MAJT yang Eksis

 SETELAH-sekian lama menjadi aktivis Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma-JT), kini dipertemukan kembali walau dengan keadaan yang berbeda. Dulu yang masih singgel, kini sudah dobel, dan tripel (beranak satu, dua, tiga dst). Justru dari Risma -JT lah mereka semua dipertemukan. Dari yang masih lucu, imut, dan amit-amit kata om Eko Irianto yang punya ciri khas ‘Jenggot naganya.’ 

Kini, aktivis Risma-JT yang tergabung dalam Silaturrahim Alumni (Salam) tetap eksis viaon line lewat grup WhatsApp (WA) yang sudah 8 tahun dibentuk. Tepatnya 27 September 2012 silam. Hadirnya grup ini tidak lain berfungsi sebagai media silaturrahim. Selain itu juga menjadi jembatan ide, gagasan, dan masukan untuk kepengurusan Risma-JT, tidak saja hari ini, tapi dari masa ke masa. 

Hal lainnya, juga sebagai sarana up date informasi tambahan. Bilamana terdapat informasi, kegiatan, atau kajian akbar yang ingin diikuti oleh Salam Risma-JT agar keterikatan dengan masjid tetap terjaga.

Kehadiran Salam Risma-JT, …

Kisah Pilu ‘Karpet Masjid’

ADA-kisah menarik tentang karpet masjid. Tepatnya karpet masjid yang selesai dicucikan namun tidak kunjung dipasang-pasang kembali oleh marbot. Mengutip wikipedia.org, marbot masjid adalah seseorang yang bertanggung jawab mengurus keperluan masjid, utamanya yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan tempat ibadah tersebut.

Terlebih, meminjam bahasa H. Ahmad Yani dan Achmad Satori Ismail dalam buku ‘Menuju Masjid Ideal’ (2001: 96) bahwa kelengkapan fasilitas masjid (Karpet, AC, ruangan-ruangan, dll) adalah bagian dari tanda langkah-langkah menuju masjid itu dikatakan ideal. Sebab, masjid telah memiliki kelengkapan fasilitas untuk memakmurkan umatnya baik terkait ubudiyah, sosial, pendidikan dan lain-lainnya.

Anehnya, melihat karpet sebagai kelengkapan fasilitas masjid yang ideal, dan tidak kunjung dipasang, tidak banyak yang coba memberi masukan. Atau justru, penulis yang terakhir memberi masukan. Entahlah, yang penting penulis coba untuk ikut mengingatkan. Padahal keberadaan karpet m…

Agar Produktif Menulis

MENULIS-memang penuh lika-liku emosi. Kadang ia menunjukkan capaikan yang luar biasa, namun pada suatu saat akan surut sebagaimana air laut. Apalagi bila sematan “penulis” sudah ada, tentu produktifitas menulis harus dijaga. Usahanya adalah dengan cara menulis, menulis dan menulis.
Menulis “walau dari dini” orang belajar, namun belum dijadikan sebagai kebiasaan (habit). Apalagi program literasi juga baru digemborkan. Tentu sumber untuk menghasilkan tulisan akan jauh dari panggang. Ibaratnya menulis belum menjadi kebiasaan sebagaimana kebutuhan pokok seperti makan, minum dsb. Alhasil, karya tulis akan minim dihasilkan oleh insan manapun.
Hal itu belum ditambah pengaruhi gaya hidup milenial sekarang ini. Dimana instan menjadi pemandangan keseharian. Alhasil lahirlah generasi “micin” yang hanya pintar merasakan tanpa tahu bagaimana berproses, mengasah potensi, hingga berjuang memerangi kemalasan dirinya sendiri. Boro-boro melahirkan karya, mengendalikan diri saja untuk berbuat positif tak…