Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Sensasi Bernama 'Promo'

SENIN- sore (19/8), penulis ada jadwal untuk bertemu dengan teman satu almamater waktu jadi aktivis Remaja Masjid di Semarang. Tepatnya di Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA-JT). Penulis tidak lupa meminta info siapa tahu ada promo menawan terkait pembelian minuman (teh kemasan) di perusahaannya. Setelah dia balas lewat chat WA, ternyata lumayan mengiming-imingi juga. Hanya 10 ribu dapat 6 kotak shrink (istilah market teman penulis). 

Pertanyaannya, kenapa penulis atau bahkan pembaca suka dengan promo, diskon, sale, dll?

Jawaban normatif bila boleh penulis sebutkan, karena produknya itu murah dari harga standarnya. Dengan uang ceban (10 ribu) sudah dapat 6 buah (pcs), dari harga normal yang dijual 2 ribuan lebih satu bijinya. Ini artinya barang ‘promo’ jauh lebih murah dari harga aslinya.

Bicara promo, bagi penulis menjadi magnet banyak orang (termasuk penulis) karena beberapa alasan, diantaranya: 

Pertama, bisa menghemat pengeluaran. Di sini, keinginan untuk memiliki barang aka…

Misteri ‘Alas Duduk’

ADA-yang luput terkait menjaga kebersihan (pakaian) saat guru melakukan pembelajaran kepada anak. Peristiwa itu penulis temukan sudah berulang kali. Anak duduk tanpa memakai alas, dilantai yang lalu lalang sepatu, sandal, dan secara bergiliran menginjak keramik yang akhirnya diduduki oleh mereka.

Bisa jadi, masih ada sisa-sisa percikan ‘najis’ yang menempel dari kamar mandi. Lalu kemudian berpindah dari satu lantai ke lantai lainnya lewat sarana alas kaki. Belum lagi kalau anak-anak duduk sembarangan di halaman sekolah. Padahal, biasanya ludah sering dikeluarkan dari mulut. Juga, kotoran hewan yang kadang terbawa oleh alas kaki saat berjalan.

Fakta demikian kadang menggelikan penulis. Kenapa untuk duduk di tempat yang benar, anak-anak tidak diarahkan dengan baik? Teori bersih seperti tak berguna, tak tertanam dalam kenyataan. Padahal, bisa saja guru menginformasikan agar anak memilih tempat duduk yang bersih demi menjaga kebersihan pakaiannya. Apalagi, pakaian sekolah adalah satu-satuny…

'Solusi' Peduli Lingkungan

PAGI-ini menjadi pagi perdana kegiatan kerja bakti pungut sampah di sekolah. Kegiatan ini lahir Jumat (9/8), saat penulis dengan penanggung jawab Pendidikan Karakter sekolah mendiskusikan penanaman karakter. Satu diantaranya adalah membicarakan langkah sederhana membangun empati sosial terhadap lingkungan.

Silahkan baca beritanya: Satu Siswa Satu Sampah

Akhir-akhir ini, untuk membangun empatik lingkungan memang agak susah. Contoh sederhana, melihat sampah saja banyak yang membiarkan, bukan milikku, atau berpura-pura tidak tahu. Sikap tersebut kalau ‘membudaya’ bisa membahayakan pada mentalitas bangsa. Alhasil, bangsa ini hanya akan pintar membuang, namuan tidak pandai mengelola.

Seiring dengan hal di atas, tentu sekolah adalah hal bijak untuk menanamkan kepedulian lingkungan. Peran sistematis bisa diprogramkan untuk membangun siswa cinta lingkungan. Salah satunya dengan program gerakan pungut sampah (GPS) bertema ‘Satu siswa satu sampah’ sebagaimana dilakukan sekolah penulis.

Kalau sebelu…

Literasi yang Inovatif

MEMBACA-salah satu koran ‘ternama di Jawa Tengah’ baru-baru ini, ada berita bagus. Di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Semarang, terdapat deklarasi gerakan literasi yang tidak hanya dominan pada membaca, tetapi juga disambung dengan menulis. Bahkan menulisnya diwujudkan dalam buku berjudul ‘Buku Literasi’. Yakni, siswa menuliskan hasil bacaan baik dari koran, majalah, buku, lengkap dengan referensi dengan menyertakan penulis, judul buku/bacaan, halaman, dan jumlah halaman. Itulah kira-kira yang bisa penulis gambarkan.

Inovasi literasi sebagaimana hal di atas, penulis kira sangat perlu. Akan menjadi mudah bagi penulis karena sasarannya adalah anak SMA yang sebentar lagi melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi (PT). Lalu pertanyaan yang mengganjal penulis, apakah bisa untuk tahapan anak Sekolah Menengah Pertama (SMP)?

Literasi sebagaimana di atas sebenarnya juga cocok untuk anak SMP. Usia SMP pada kisaran 13-15 adalah masa produktif untuk menumbuhkan budaya baca dan menulis se…

Semangat Baja Jurnalistik

EKSTRAKURIKULER-Jurnalistik menjadi ‘kurang favorit’ saat pemilihan ekstra yang ada di tempat penulis mengajar. Hal itu tampak dari daftar hadir yang hanya ada tiga peminat sampai pertemuan kedua, Selasa (3/8/19). Pendaftaran yang tahun pelajaran ini sistem on line, juga hanya empat siswa. Bahkan saat opening dan tatap muka dua kali pembelajaran, ada juga yang mengundurkan diri. 

Sebagai pembimbing, penulis tidak bisa memaksa kepada siswa untuk masuk dan bertahan di ekskul Jurnalistik. Karena di ekskul ini yang dibutuhkan adalah mental baja, semangat belajar yang tinggi, dana hasilnya tidak bisa langsung dirasakan.

Saat pengantar pembelajaran ekskul Jurnalistik, penulis juga memberi informasi terkini, bahwa dunia tulis menulis itu akan bernilai jangka panjang. Tidak hanya membekali siswa tentang teori menulis, melainkan yang utama membekali diri mereka terbiasa menulis. 

Oleh karena itu, secara kasat mata, penulis membuat perbedaan antara yang ikut ekskul Jurnalistik dan tidak. Karena ya…

Remaja MAJT yang Eksis

 SETELAH-sekian lama menjadi aktivis Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma-JT), kini dipertemukan kembali walau dengan keadaan yang berbeda. Dulu yang masih singgel, kini sudah dobel, dan tripel (beranak satu, dua, tiga dst). Justru dari Risma -JT lah mereka semua dipertemukan. Dari yang masih lucu, imut, dan amit-amit kata om Eko Irianto yang punya ciri khas ‘Jenggot naganya.’ 

Kini, aktivis Risma-JT yang tergabung dalam Silaturrahim Alumni (Salam) tetap eksis viaon line lewat grup WhatsApp (WA) yang sudah 8 tahun dibentuk. Tepatnya 27 September 2012 silam. Hadirnya grup ini tidak lain berfungsi sebagai media silaturrahim. Selain itu juga menjadi jembatan ide, gagasan, dan masukan untuk kepengurusan Risma-JT, tidak saja hari ini, tapi dari masa ke masa. 

Hal lainnya, juga sebagai sarana up date informasi tambahan. Bilamana terdapat informasi, kegiatan, atau kajian akbar yang ingin diikuti oleh Salam Risma-JT agar keterikatan dengan masjid tetap terjaga.

Kehadiran Salam Risma-JT, …

Aku dan Usiaku

JIKA-usiamu bertambah, rencanakanlah untuk melakukan hal-hal baru dengan baik.”
(Usman Roin)
Kata inspiratif yang penulis buat ini orisinal. Tanpa formalin. Apalagi berkonotasi plagiasi. Tidak sama sekali. Kata inspiratif yang penulis buat ini lahir seiring dengan penambahan usia penulis. Muncul pada Kamis, 1 Agustus 2019, yang kemudian penulis ketik di laptop one by one dengan inspirasi kata lainnya. Untuk jangka panjang, insya Allah akan berwujud karya buku.

Penulis sadar bila penulis akan bertambah usia di Agustus ini. Sebagaimana jamak kita lihat, saat orang bertambah usia (Ulang tahun) yang identik adalah perayaan. Minimal memberi kejutan dengan ucapan lewat media sosial (Medsos), tiupan lilin dari yang tercinta atau keluarga, teman dan lain sebagainya.

Secara pribadi, ketika usia penulis bertambah, penulis merasa harus merencanakan hal yang baru. Segi tanggung jawab sebagai kepala keluarga harus penulis penuhi dan laksanakan. Semakin sayang dengan Istri dan keluarga. Semakin giat b…