Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahagialah yang Punya Laptop Jadul

LAPTOP-jadulku selalu menemaniku. Ia seakan seperti ‘istri kedua’. Sejak pertama kali saya beli 28 Juni 2011. Dan kali ini (tahun 2019)  sudah genap delapan tahun. Masya Allah, sungguh awet sekali di kau laptop.

Sedikit informasi, saking jadulnya laptop yang saya miliki, program Windows nya saja masih menggunakan XP atau ‘Experience,’ yang mengutip wikipedia.org merupakan penerus Windows 2000 Professional dan Windows Me, dan merupakan versi sistem operasi Windows pertama yang berorientasi konsumen yang dibangun di atas kernel dan arsitektur Windows NT . Tentu kalau sekarang sudah tidak zaman dan sulit ditemukan service komputer yang mau meng install aplikasi tersebut. 


Walau jadul, laptop yang saya punyai selalu saya rawat. Contoh kecil, bila berdebu selalu saya bersihkan dengan kanebo yang agak lembab dengan air untuk menghilangkan butiran debunya. Lalu, terhitung sudah delapan tahun sejak pembelian, laptop ini baru sekali ganti batrai. Hemat saya, walau jadul tapi tenaga masih prima. Bentuk dan chasing masih utuh. Dan alhamdulillah, menemaniku hingga jatuh berdarah-darah saat saya mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu.


Karena laptop saya berada di dalam tas, walau ikut nyungsep saat kecelakaan, ia tetap aman dan sehat wal ‘afiat. Dari laptop ini sudah terlahir 100 artikel lebih yang saya buat dan tayang di media baik cetak maupun online. Di laptop saya ini juga, tersimpan file-file catatan harian mulai dari 2011 hingga sekarang. File yang tersimpan dalam folder juga menyimpan cerita harian bulan demi bulan. Tergantung jumlah hari dalam bulan demi bulan selama satu tahun.


Saya memang secara fisik tidak punya catatan tulis tangan di buku harian. Namun secara file, catatan harian saya ada soft file nya. Semua inspirasi menulis tersebut tidak lepas dari laptop jadul yang saya miliki. Entah karena kejadulannya atau sebab tekun menulis sebagai rahasia menulis saya. Namun, yang pasti laptop jadul itu pengalamannya luar biasa. Sudah tahan banting dari tahun ke tahun. Menemani hari-hari saya dan sebagai tempat curhatan yang mempesona.


Sengaja memang saya tidak ingin meng install laptop saya dengan program kekinian. Saya –sebagai pemilik harus sadar– bila barang tua maka isi dan cara menggunakannya harus disesuaikan. Sehingga program yang saya isi relatif ringan. Game dan berbagai aplikasi permainan juga saya hilangkan untuk mencegah agar proses berjalannya aplikasi tidak berat. Melainkan ringan. 


Semoga dengan kejadulan laptop yang saya miliki, tidak membuat saya berpikir jadul. Melainkan sarana jadul digunakan untuk berpikir modern. Jadi, tidak usah takut yang punya barang-barang jadul ya. Berbahagialah!

Oleh: Usman Roin *
Penulis adalah Guru Ekskul Jurnalistik SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Editor Buku “Yang Melangit dari Kata: Kumpulan Kata Mutiara SMP IT PAPB Semarang,” Editor Buku “42 Renungan Inspiratif Kehidupan,” Editor serta Penulis Buku “Menjadi Guru: Sehimpun Catatan Guru Menulis,” Penulis Buku “Langkah Itu Kehidupan: 5 Langkah Hidup Bahagia,” Pengurus Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Tengah, Koord. Devisi Komunikasi & Hubungan Media Majelis Alumni IPNU Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

4 komentar untuk "Bahagialah yang Punya Laptop Jadul"

Berlangganan via Email