Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waktu Khusus Menulis, Perlukah?

WAKTU-khusus untuk menulis ternyata perlu dijadwalkan. Tujuannya, untuk mengistikamahkan diri bahwa ada ruang khusus “selain tempat” yang kita sediakan untuk menekuni dunia tulis menulis. Waktu khusus untuk menulis “dan hal lainnya” selain untuk mendidik kita, juga dalam rangka meningkatkan produktifitas kita terhadap hobi yang ditekuni. Terlebih bila hobi tersebut menghasilkan pendapatan baik secara financial maupun popularitas, tentu perlu dialokasikan waktu untuk menekuninya.

Waktu khusus untuk menulis selain karena hal di atas, juga sebagai sarana untuk belajar yang hari ini banyak ditinggalkan. Mulai dari membaca dan menelaah (buku, majalah, media online, dll), melihat fenomena yang terjadi (baca: televisi), atau mendengar dari radio. Bila waktu khusus itu dijadwalkan tentu akan memberi ruang untuk fokus berkarya dan diawali dengan proses-proses pra karya.


Hanya saja, bila melihat aktivitas personal sebagaimana kita lihat, sangat jarang yang meluangkan waktu khusus untuk menulis. Sehingga jangankan mahir menulis, coba-coba untuk menjadi penulis saja tentu tidak akan tersampaikan. Oleh karena itu, bagi penulis waktu khusus perlu menjadi penjadwalan tersendiri, agar kegiatan yang kita lakukan menjadi produktif dari sisi hasil.


Untuk menemukan waktu khusus terhadap menulis, tentu sebagai penulis itu perlu dikembalikan kepada kita sendiri. Jika sudah berumah tangga, maka waktu malam dimana suami, anak sudah pada terlelap tidur, saat itulah waktu khusus yang tepat untuk menulis. Yang terpenting, jangan berprinsip harus selesai saat itu juga dalam menulis. Melainkan menulis itu perlu step by step sehingga dari waktu khusus yang dijadwalkan, PR menulis yang kita kerjakan berkurang dan akhirnya purna.


Adanya proses step by step juga agar kita “sebagai penulis” punya history bahwa proses penyelesaian naskah itu tidak terjadi secara emosional. Melainkan betul-betul menggunakan pertimbangan hati terkait pemilahan kata-katanya. Sehingga sisi kualitas tulisan betul-betul menyatu antara pikiran dan hati. Alhasil, jadilah tulisan bermutu bila dibaca.


Selanjutnya, bagi yang masih single, tentu secara logika waktu khususnya bisa dijadwalkan dengan leluasa. Bisa dengan di rumah saja, atau mencari tempat nongkrong untuk menulis hingga kemudian karya tulis yang ditulis bisa rampung. Bisa juga waktu yang masih single waktu khusus menulis tidak hanya di jadwalkan sekali, melainkan berkali-kali sehingga proses kreatif menulis berjalan dengan baik.


Adapun bagi anak-anak, waktu khusus perlu dijadwalkan pula untuk memberikan bimbingan kepada mereka bagaimana menekuni dunia tulis menulis sejak dini. Tentu, belajar di waktu khusus secara istikamah, akan sangat membekas dibandingkan dengan belajar dengan teknik kebut semalah. Sama-sama menyediakan waktu khusus, justru yang istikamah dalam belajar bagaikan belajar mengurai persoalan dengan kesabaran sehingga menghasilkan solusi yang brilian


Akhirnya, sungguh sangat berarti menjadwal waktu khusus untuk menulis. Karena ia selain mendidik karakter kita menjadi positif, juga menjadikan kita pribadi yang produktif melalui karya-karya yang dihasilkan.


Oleh: Usman Roin
Kolumnis di berbagai Media Cetak dan Online serta Trainer Menulis

Posting Komentar untuk "Waktu Khusus Menulis, Perlukah?"

Berlangganan via Email