Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Toko Buku dan Semangat Menulis

PERGI-ke toko buku, ternyata bisa melahirkan motivasi. Yakni, motivasi ingin menulis hingga melahirkan karya. Terlebih, hal itu sudah penulis lakukan. Manakala suntuk, tidak ada motivasi menulis, pelariannya adalah ke toko buku walau terpaksa sendirian.

Toko buku yang terpajang deretan aneka genre bacaan, tentu menarik sekali untuk kita. Walau tidak membeli, namun membaca buku baru yang terbuka sampul plastiknya ternyata memunculkan aura menarik. Sisi kemenarikannya karena karya tersebut baru diterbitkan, dan masih sedikit yang mambaca, terlebih memilikinya.


Membaca buku baru seakan-akan memberi energi rohaniah kepada kita. Bahwa “Saya” harus bisa seperti yang disarankan oleh penulis  buku. Juga memberi gambaran baru bahwa genre tertentu masih minim diulas menjadi buku. Sehingga walau baru cita-cita, kedepan genre itu akan ditekuni sebagai peluang karya tulisnya. Dan yang terpenting, buku baru adalah buruan untuk menambah koleksi pustaka pribadi kita yang masih minim.


Hal itu bisa kita lihat kala di rumah. Sudah berapa banyak koleksi buku yang kita miliki? Jika masih minim, itu artinya kita jarang membeli buku baru yang secara otomatis jarang pula ke toko buku.


Toko buku juga bisa dijadikan sarana belajar menulis. Terlebih tips ringan menulis (baca: pemula) akan ditemukan di toko buku. Apalagi konten buku tips ringan menulis update dengan perkembangan zaman. Jadi akan sangat membantu penulis pemula belajar menulis.
Aneka genre buku di toko buku juga sangat membantu penulis. Yakni, era modern ternyata melahirkan karya unik bagi para pembaca. Mulai dari catatan harian yang bisa jadi buku, kamudian tips berkebun, menjadi istri dan suami yang baik, tips tentang berwirausaha, hingga bekerja di dunia maya yang bisa menghasilkan duit.


Semua hal itu tentu bagi penulis menarik untuk dibaca. Sehingga kita tersadar bahwa menulis itu bisa dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kita. Menulis itu juga bisa dari aktivitas yang dijalani, atau dengan jalan menceritakan kehidupan orang lain agar bisa dipetik hikmah. Maka dari tulisan yang lucu-lucu aneka genre buku baru tersebut, akan lahirlah motivasi menulis kita menjadi ingin menulis hingga stabil menulis.


Di toko buku (baca: selain buku baru) juga banyak di gelar bazar buku lama. Kalau buku baru 100 ribu hanya bisa dapat satu, tapi kala ada bazar, nominal tersebut bisa mendapatkan 3 hingga 5 buku. Itu karena harganya murah. Maka sangat cocok sekali bila sekolah ingin menambah koleksi perpustakaan dengan dana yang minim, maka membeli buku secara massal saat bazar adalah pilihan tepat. Hal itu juga cocok bagi kita yang suka membaca. Membeli buku walau sudah terbitan lama, akan menambah koleksi pustaka keluarga sebagai instrumen literasi berbasis keluarga.


Kehadiran toko buku juga bisa menghadirkan semangat calon penulis sejak dini. Hal itu terlihat dari sudah terbukanya wawasan orang tua zaman now, jika pergi ke toko buku akan mengajak anggota keluarganya. Tujuannya adalah selain untuk menanamkan kebiasaan membaca, juga sekaligus memperkenalkan para penulis “Seusia mereka” agar kemudian timbul motivasi menulis.


Tentu harapan bijak tersebut hanya akan ditemukan bagi siapa saja yang mau merenung secara mendalam. Bahwa menulis itu perlu ditanamkan kepada siapa saja. Sebab dengan menanamkan menulis hingga kemudian melahirkan karya, itu artinya ia (gagasannya) akan hidup selamanya. Hal itu sebagaimana kata bijak Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

 
Pramoedya juga mengingatkan lagi “Menulis adalah sebuah keberanian.” Jadi, siapa yang menulis berarti ia berani dalam sagala hal, mengungkapkan gagasan, membangkitkan ketidakpercayaan diri, dan juga berani menorehkan sejarah melalui karya yang dihasilkan. Akhirnya, salam menulis untuk kita semua.


Oleh: Usman Roin
Pengelola website gurunulis.com & pergunujateng.org

Posting Komentar untuk "Toko Buku dan Semangat Menulis"

Berlangganan via Email