Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Lingkungan Belajar

BELAJAR-baik membaca atau menulis ternyata perlu lingkungan yang mendukung. Lingkungan yang penulis maksud baik berupa tempat dan people. Terkait tempat belajar, tentu ruangan khusus buat belajar itulah yang dimaksud. Tempatnya pun bisa di rumah atau di luar. Sebut saja perpustakaan sebagai tempat di luar, yang berisikan deretan buku, akan memberi sugesti belajar yang kuat dari pada di rumah yang tidak ada aktivitas belajar yang diciptakan. 

Ini artinya, menciptakan lingkungan belajar itu perlu dalam rangka memperkuat semangat belajar. Bukan hanya sekedar belajar, melainkan aktivitas belajarnya dilakukan sungguh-sungguh. Apalagi hari ini, belajar memiliki hambatan yang banyak sekali. Sehingga, hambatan belajar pada diri harus terlebih dahulu di urai agar selanjutnya ragam keilmuan apapun yang dipelajari bisa terkuasai dengan baik.


Menciptakan lingkungan belajar bukan berarti kita sendiri yang harus belajar. Melainkan berupaya, agar orang lain (di sekeliling kita) juga diminta belajar, hingga akhirnya terbentuk lingkungan belajar. Sehingga, motivasi belajar yang terbentuk bukan karena memiliki egosentris, melainkan juga ada orang lain yang melakukan hal yang sama dengan apa yang kita lakukan. Yakni, belajar. Dan ketika orang di sekeliling kita melakukan hal itu, rasa untuk bermalas-malasan menjadi hilang.


Selain menciptakan lingkungan belajar, memiliki buku (bahan belajar) juga diperlukan untuk memupuk aktivitas belajar. Maka bagi yang tidak memiliki bahan belajar, pergi ke perpustakaan adalah sarana tepat untuk belajar. Jika memiliki rizki lebih, maka membeli buku hingga kemudian dibuat pustaka pribadi adalah contoh menarik bagaimana agar aktivitas belajar tetap terbentuk. Jika sudah terbentuk, dimanapun berada  belajar akan menjadi sesuatu yang didekatkan kepada lingkungan hingga apapun jenis aktivitas kita.


Hal ini penulis temukan saat di kereta. Saat penulis bersama Istri pulang, dalam rangka memeriahkan pemilihan umum (Pemilu) baru-baru ini, melihat gadis yang sibuk membaca menggugah sekali bagi penulis. Benang merah yang bisa diambil, pasti kalau orang tidak terbiasa membaca, tidak mungkin aktivitas membaca itu itu dilakukan hingga menjadi karakter. Yang bisa penulis ambil juga adalah, jika membaca sudah menjadi karakter, ia akan bisa dilakukan dimanapun tempat dan keadaannya. Hanya saja, karakter pembaca seperti itu tidak banyak dilakukan oleh masyarakat hingga generasi milenial sekarang.


Tentang arti belajar sendiri, mengutip Prof Dr Ratna Wilis Dahar MSc (2011:2) dalam bukunya “Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran” menjelaskan, bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Ini artinya hadirnya proses membaca yang kita lakukan, hingga kemudian menghasilkan perubahan perilaku, itulah yang dinamakan belajar.


Lebih lanjut, Prof Ratna juga menambah (lihat hal. 3), setelah semua bentuk perubahan (yang disebabkan oleh proses fisiologis, mekanis, dan kematangan) dikeluarkan dari kategori perubahan yang mencerminkan belajar, akhirnya perubahan apakah yang tinggal sebagai hasil belajar? Jawabannya ialah belajar dihasilkan dari pengalaman dengan lingkungan, yang di dalamnya terjadi hubungan antar stimulus dan respon. 


Oleh karena itu, tanggung jawab belajar dan menciptakan lingkungan belajar perlu diwujudkan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Tidak lain agar manusia belajar menjadi panorama yang bisa dilihat baik secara fakta hingga hasil kuantitas intelektualitasnya. Dengan demikian, people power yang cerdas akan menjadi kekuatan tersendiri kesuksesan pembangunan manusia di segala bidang.


Oleh: Usman Roin
 
Pengelola website gurunulis.com

Posting Komentar untuk "Pentingnya Lingkungan Belajar"

Berlangganan via Email