Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menundukkan Nafsu Malas Menulis

INGIN-sekali, penulis lihat hari ini berita hangat di koran. Karena kebiasaan penulis ketika berangkat sekolah, hal itulah yang dilakukan. Sembari mengantarkan istri ke sekolahan, kemudian penulis lanjut ke lapak koran. Penulis parkir motor lalu beranjak melihat salah satu koran yang penulis maksud. Dan ternyata setelah penulis bolak-balik halamannya belum juga nongol pemberitaannya.

Walau tanpa hasil untuk melihat pemberitaan, namun bagi saya menanamkan kebiasaan membaca hingga kemudian terbiasa memang sulit jika masih ada kemalasan. Apalagi, setelah melihat beberapa chat whatsapp (WA) dari teman-teman, kemalasan masih menjadi penyakit diri yang belum bisa dibrantas secara total.


Contoh kecil, yang ingin bisa menulis namun karena malas dan memilih menulis status ringan di update status WA tentu tidak akan tersampaikan keinginannya untuk menjadi penulis beneran. Yang sudah menjadi penulis, namun jarang melahirkan tulisan “sebab malas”, maka predikat penulis yang disandang lama kelamaan hanya akan menjadi kenangan karena sudah mulai tidak aktif menghimpun ide untuk melahirkan tulisan. Ya.., bagitulah rona-rona kehidupan akibat kemalasan yang dipelihara.


Apapun sebabnya, "kemalasan" untuk mulai belajar dan membiasakan menulis harus dilawan. Hal ini sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, bahwa jihad akbar adalah melawan diri sendiri. Ini artinya, melawan kemalasan yang ingin hanya stay di zona nyaman adalah pengejawantahan sesungguhnya arti jihad. Jadi tafsirnya bukan sekadar memerangi musuh, terlebih memerangi sesama muslim yang sudah nyata kemuslimannya. Melainkan bangkit untuk belajar (bagi: pemula) dan membiasakan (bagi: mahir) untuk menulis.


Dampak dari kemalasan ternyata bukan hanya akan menggugurkan niat seseorang untuk menekuni potensi yang belum terlihat, melainkan juga menjadi penghalang kita untuk melakukan rutinitas yang menjadi ciri khas kita. Jadi, kemalasan adalah penyakit bersama yang kalau tidak dilawan akan berdampak pada aktivitas lainnya. Alhasil, stay dengan hal yang ada adalah pilihan utama. Lalu menjalar kepada un produktif dalam segala pekerjaan.


Agar kemalasan itu tidak sampai pada stadium yang akut, maka melumpuhkan timbulnya kemalasan harus dilakukan. Dengan jalan tetap melakukan hal positif dan produktif agar ada hasil yang terlahir. Begitu juga dengan menulis, tetap harus dibiasakan dan coba mempelajarinya bagi yang belum bisa, jalan terbaik untuk memerangi kemalasan yang ada pada diri kita. Akhirnya, cita-cita untuk menjadi penulis terwujud karena mengalahkan sifat “kemalasan” sebagai bagian dari rintangan untuk membiasakan menulis


Oleh: Usman Roin
Pengelola website gurunulis.com

Posting Komentar untuk "Menundukkan Nafsu Malas Menulis"

Berlangganan via Email