Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Pentingnya Lingkungan Belajar

BELAJAR-baik membaca atau menulis ternyata perlu lingkungan yang mendukung. Lingkungan yang penulis maksud baik berupa tempat dan people. Terkait tempat belajar, tentu ruangan khusus buat belajar itulah yang dimaksud. Tempatnya pun bisa di rumah atau di luar. Sebut saja perpustakaan sebagai tempat di luar, yang berisikan deretan buku, akan memberi sugesti belajar yang kuat dari pada di rumah yang tidak ada aktivitas belajar yang diciptakan. 

Ini artinya, menciptakan lingkungan belajar itu perlu dalam rangka memperkuat semangat belajar. Bukan hanya sekedar belajar, melainkan aktivitas belajarnya dilakukan sungguh-sungguh. Apalagi hari ini, belajar memiliki hambatan yang banyak sekali. Sehingga, hambatan belajar pada diri harus terlebih dahulu di urai agar selanjutnya ragam keilmuan apapun yang dipelajari bisa terkuasai dengan baik.

Menciptakan lingkungan belajar bukan berarti kita sendiri yang harus belajar. Melainkan berupaya, agar orang lain (di sekeliling kita) juga diminta belajar, h…

Hakikat Kesabaran

KESABARAN-satu kata kecil bila diucapkan tapi berat untuk diamalkan. Bentuk kesabaran tersebut ketika harus melayani orang lain, menyelesaikan tanggung jawab, pekerjaan, termasuk juga melayani orang tercinta (orang tua, istri, anak, dan lainnya).

Semua hal tersebut perlu dilakukan dengan kesabaran. Jika tidak, semua hal itu tidak akan pernah terselesaikan dengan baik, bahkan bisa jadi pertengkaran dengan orang yang kita sayangi.  Alhasil, yang asalnya memiliki perangai halus, namun ketika tidak sabar, akan hadirlah kebuasan sifat diri. Dari yang tidak punya menjadi memiliki.

Hadirnya sifat tersebut bagi penulis bisa karena banyak sebab. Salah satunya dari kebiasaan menyaksikan tayangan televisi, lalu ditelan mentah-mentah conten-nya, hingga coba-coba menerapkannya. Terlebih, jamak kita lihat, percobaannya itu dimulai dari orang-orang terdekat hingga kemudian meluber kepada lainnya. 

Sisi yang lain, kehadiran medsos juga banyak menyajikan berbagai mimik yang mudah ditiru setiap saat. Yan…

Toko Buku dan Semangat Menulis

PERGI-ke toko buku, ternyata bisa melahirkan motivasi. Yakni, motivasi ingin menulis hingga melahirkan karya. Terlebih, hal itu sudah penulis lakukan. Manakala suntuk, tidak ada motivasi menulis, pelariannya adalah ke toko buku walau terpaksa sendirian.

Toko buku yang terpajang deretan aneka genre bacaan, tentu menarik sekali untuk kita. Walau tidak membeli, namun membaca buku baru yang terbuka sampul plastiknya ternyata memunculkan aura menarik. Sisi kemenarikannya karena karya tersebut baru diterbitkan, dan masih sedikit yang mambaca, terlebih memilikinya.

Membaca buku baru seakan-akan memberi energi rohaniah kepada kita. Bahwa “Saya” harus bisa seperti yang disarankan oleh penulis  buku. Juga memberi gambaran baru bahwa genre tertentu masih minim diulas menjadi buku. Sehingga walau baru cita-cita, kedepan genre itu akan ditekuni sebagai peluang karya tulisnya. Dan yang terpenting, buku baru adalah buruan untuk menambah koleksi pustaka pribadi kita yang masih minim.

Hal itu bisa kita l…

Menundukkan Nafsu Malas Menulis

INGIN-sekali, penulis lihat hari ini berita hangat di koran. Karena kebiasaan penulis ketika berangkat sekolah, hal itulah yang dilakukan. Sembari mengantarkan istri ke sekolahan, kemudian penulis lanjut ke lapak koran. Penulis parkir motor lalu beranjak melihat salah satu koran yang penulis maksud. Dan ternyata setelah penulis bolak-balik halamannya belum juga nongol pemberitaannya.

Walau tanpa hasil untuk melihat pemberitaan, namun bagi saya menanamkan kebiasaan membaca hingga kemudian terbiasa memang sulit jika masih ada kemalasan. Apalagi, setelah melihat beberapa chat whatsapp (WA) dari teman-teman, kemalasan masih menjadi penyakit diri yang belum bisa dibrantas secara total.

Contoh kecil, yang ingin bisa menulis namun karena malas dan memilih menulis status ringan di update status WA tentu tidak akan tersampaikan keinginannya untuk menjadi penulis beneran. Yang sudah menjadi penulis, namun jarang melahirkan tulisan “sebab malas”, maka predikat penulis yang disandang lama kelamaan …

Waktu Khusus Menulis, Perlukah?

WAKTU-khusus untuk menulis ternyata perlu dijadwalkan. Tujuannya, untuk mengistikamahkan diri bahwa ada ruang khusus “selain tempat” yang kita sediakan untuk menekuni dunia tulis menulis. Waktu khusus untuk menulis “dan hal lainnya” selain untuk mendidik kita, juga dalam rangka meningkatkan produktifitas kita terhadap hobi yang ditekuni. Terlebih bila hobi tersebut menghasilkan pendapatan baik secara financial maupun popularitas, tentu perlu dialokasikan waktu untuk menekuninya.

Waktu khusus untuk menulis selain karena hal di atas, juga sebagai sarana untuk belajar yang hari ini banyak ditinggalkan. Mulai dari membaca dan menelaah (buku, majalah, media online, dll), melihat fenomena yang terjadi (baca: televisi), atau mendengar dari radio. Bila waktu khusus itu dijadwalkan tentu akan memberi ruang untuk fokus berkarya dan diawali dengan proses-proses pra karya.

Hanya saja, bila melihat aktivitas personal sebagaimana kita lihat, sangat jarang yang meluangkan waktu khusus untuk menulis. S…

Manfaat Pelatihan untuk Belajar Menulis

PELATIHAN-menulis bagi yang membutuhkan (guru, dosen, dan siapa saja) patut diikuti. Hanya saja calon peserta perlu selektif memilih sarana menulis lewat pelatihan. Apalagi pelatihan yang berbayar. Karena jangan sampai hanya berkutat pada teori tanpa praktek. Justru pelatihan menulis yang baik bagi penulis, ketika sisi teoritis disampaikan sisi praktek juga aplikasikan. Akan lebih afdol bila sertai dengan hasil “artikel tayang beneran”.  

Hadirnya sarana pelatihan jika hanya dua komponen yang diberikan, memang dari sisi komunikasi cukup. Hanya saja, akan ada kebingunan baru peserta pasca pelatihan yakni, apakah tulisan yang dihasilkan dimuat atau tidak?

Terlebih keresahan penulis pemula ini bila tidak ada media yang lunak terhadap keperfekkan tulisan artikel, tentu tidak akan berbuah bertupa terbitnya di media. Hanya sampai pada pelatihan yang tanpa hasil. Sehingga inilah gunanya ada media yang memberi ruang pemuatan. Sehingga hasil pemuatan (baik cetak meupun online) adalah “buah” yang…

Pentingnya Jadwal Waktu Menulis

UNTUK-produktif menulis cara selanjutnya adalah dengan menjadwal waktu menulis. Fungsi dari jadwal ini adalah untuk memberi kepastian bahwa kegiatan menulis yang kita kerjakan "memiliki alokasi waktu khusus" untuk melakukannya. Selain itu, jadwal waktu menulis juga akan memberi kemudahan  membagi kegiatan kita untuk hal-hal yang produktif. Di samping itu juga sebagai sarana meningkatkan keterampilan menulis agar lebih luwes.
Tentang kapan waktu yang tepat untuk menulis hakekatnya kita saja yang bisa menentukannya. Saatkan menentukan jadwalnyapun tidak perlu kaku pengalokasiannya, melainkan luwes saja. Yang terpenting aktifitas menulis tetap dipenuhi sesuai dengan kesepakatan yang telah kita buat sendiri. Bisa pagi setelah subuh, atau setelah sarapan, bahkan saat malam tiba itu semua tergantung kita. Ukurannya pun bisa setiap saat, jam, hari, atau mingguan. Yang terpenting pikiran kita fress. Tidak penuh oleh beban pekerjaan atau masalah-masalah rumah tangga, dan lainnya.
Agar…

Sarana Belajar Nulis yang Mudah

MENULIS-itu bisa mudah bisa melalui latihan. Latihan tersebut bisa dengan mandiri atau melalui pelatihan yang diselenggarakan secara resmi. Pilihan pertama,  latihan menulis dengan mandiri bisa dilakukan dengan jalan belajar langsung melihat tulisan-tulisan yang sudah ada. Tidak lain, ini adalah praktek langsung dengan sering membaca, kemudian meniru strukturnya. Sehingga alur menulis walau secara teoritis belum dipelajari, namun dengan mengamati artikel yang tayang, akan langsung bisa meniru susunannya. Untuk kemudian isi dan kontennya disesuaikan dengan ide pikiran kita.
Selain hal di atas, bisa juga latihan menulis secara mandiri dilakukan dengan menumbuhkan motivasi terlebih dahulu. Caranya dengan membaca buku tentang kepenulisan baik artikel atau lainnya. Karena buku kepenulisan selain berisi tentang motivasi juga berisi contoh bagaimana menulis langsung. Sehingga kala kita lupa bagaimana alur kepenulisan harus dilalui. Maka secapat kilat bisa di buka lagi bukunya.
Keuntungan lain…