Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sarana Belajar Nulis yang Mudah

MENULIS-itu bisa mudah bisa melalui latihan. Latihan tersebut bisa dengan mandiri atau melalui pelatihan yang diselenggarakan secara resmi. Pilihan pertama,  latihan menulis dengan mandiri bisa dilakukan dengan jalan belajar langsung melihat tulisan-tulisan yang sudah ada. Tidak lain, ini adalah praktek langsung dengan sering membaca, kemudian meniru strukturnya. Sehingga alur menulis walau secara teoritis belum dipelajari, namun dengan mengamati artikel yang tayang, akan langsung bisa meniru susunannya. Untuk kemudian isi dan kontennya disesuaikan dengan ide pikiran kita.
Selain hal di atas, bisa juga latihan menulis secara mandiri dilakukan dengan menumbuhkan motivasi terlebih dahulu. Caranya dengan membaca buku tentang kepenulisan baik artikel atau lainnya. Karena buku kepenulisan selain berisi tentang motivasi juga berisi contoh bagaimana menulis langsung. Sehingga kala kita lupa bagaimana alur kepenulisan harus dilalui. Maka secapat kilat bisa di buka lagi bukunya.
Keuntungan lain terkait dengan cara-cara di atas, selain akan menjadi arsip “penulis pemula” juga akan memiliki koleksi buku-buku motivasi menulis. Sehingga penyerapan ilmu menulis lebih bervariasi dan banyak alternatifnya. Bisa juga koleksi buku kepenulisan ini menjadi solusi, jika dalam menulis terjadi kendala. Maka buku tersebut bisa membantu menyelesaaikan masalah yang ada. Jika demikian, kebiasaan menulis akan tetap berjalan dan tidak terdapat hambatan demi menghasilkan karya setiap waktu.
Kedua, belajar menulis juga akan lebih mudah dilakukan melalui pelatihan yang resmi. Secara teori mudah dipahami dan dimengerti, disisi lain kedekatan dengan pemilik media (mainstream dan online) akan banyak menguntungkan. Manfaatnya disamping teori yang disampaikan itu simpel, hal-hal teknis yang dikehendaki oleh redaktur akan diberikan cuma-cuma. Keuntungan lainnya, kita juga akan mendapatkan materi soft file-nya yang fungsinya agar bisa dipelajari pasca pelatihan.
Adapun dari sisi psikologis, justru ketika redaktur itu tahu profile dan kepribadian kita,  akan sangat membantu belajar menulis. Apalagi jika sudah pernah bertemu face to face, tentu akan mudah“diloloskan” tulisan yang kita buat. Kedekatan ini juga selain mempermudah juga akan memberi pengalaman penulis jika media punya kebijakan tersendiri terkait aturan menulis. Dengan kedekatan ini tentu kita “penulis pemula” akan menjadi orang yang pertama tahu. Sehingga kita sebagai penulis bisa cepat menyesuaikan jika terjadi perubahan sistematika kepenulisan. Apalagi persaingan dengan penulis senior turut serta menambah daftar panjang artikel kita tidak termuat-muat.
Melalui pelatihan menulis artikel “yang di fasilitasi oleh media” juga akan mempermudah tulisan yang sudah dibuat dengan cucuran keringat menjadi cepat tayang. Apalagi jika media memberi “garansi” penerbitan tentu akan mempermudah penerbitan artikel populer di tengah iklim menulis belum membudaya. Satu sisi dengan adanya kemudahan sebagaimana di atas, tentu ini bisa menjadikan ghiroh tumbuhnya iklim menulis. Jika sudah tumbuh, maka mencoba untuk mengirimkan karya ke level yang tinggi adalah tantangan berikutnya untuk menguji tingkat kepenulisan yang sedang ditekuni.
Adapun ketiga, untuk membiasakan menulis latihannya juga bisa lewat online. Terlebih selain media online, media mainstream juga banyak memfasilitasi sebut saja Jawa Pos Radar Semarang, Wawasan, Jateng Pos, Tribun Jateng, Suara Merdeka, yang ada di Semarang.
Selain kepada redaktur media, bimbingan menulis juga banyak kita temukan di media sosial (sosial). Jika ingin tahu, coba pembaca mencari pertemanan lewat instagram dan dicari penerbit buku. Tampilan promo dan tips praktis menulis akan banyak dipublis, sehingga kita tinggal tanya kealamat medsos yang tertera untuk berkonsultasi.
Sedangkan yang keempat, belajar menulis lewat personal (kolumnis) yang sudah menjadi trainer. Sehingga pengalaman menulis yang dia alami akan diwariskan. juga kiat praktis menulis yang dia miliki akan mudah didapatkan untuk kemudian dipraktekkan. Jadi, belajar menulis tidak perlu alasan lagi. Karena medianya banyak sebagaimana yang penulis paparkan. Akhirnya, semoga lewat alternatif yang penulis berikan bisa memulai guru dan kita semua untuk menulis. Sehingga dari status penulis pemula “yang kita sandang” beralih menjadi penulis mahir. Selamat menulis.

Oleh: Usman Roin

Kolumnis di berbagai Media Cetak dan Online serta Trainer Menulis

Posting Komentar untuk "Sarana Belajar Nulis yang Mudah"

Berlangganan via Email