Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penulis Sejati itu Terbiasa Menulis

WEBSITE-blog, dan medsos hari ini sungguh luar biasa untuk mempopulerkan seseorang. Tinggal PR kita mau apa tidak untuk mengoptimalkan penggunaannya, melengkapi skill yang kita miliki. Teknologi, informasi dan komunikasi hari ini akan sangat berguna bagi siapa saja yang cakap dan kreatif mengoperasionalkan. Ia bagaikan media kreatif yang hanya iseng pun seseorang membuat konten bisa terkenal. Hal itu sebab berani atau tidak mempublis hingga kemudian menuai pujian atau kritik  dari warganet.
Termasuk mempopulerkan diri melalui medsos dari tulisan yang kita buat adalah bagian dari cara kreatif. Ditengah iklim menulis yang belum membudaya, kiranya tepat bagi para penulis tetap melakukan aktivitas menulis dari gawai yang dimiliki. Terlebih, penggunaan gawai hari ini sudah menyasar anak-anak “sebagai solusi cerdas” mendiamkannya kala orang tua beraktifitas demi mencari kebutuhan sehari-hari.
Menulis hari ini kiranya tidak perlu takut tayang atau tidak di media. Itu bagi siapa saja yang ruh menulisnya bukan karena semata tuntutan pekerjaan melalui kenaikan pangkat an sich. Tetapi lebih bagaimana kebiasaan menulis itu tertanam menjadi karakter keseharian kita.
Untuk mewujudkan hal itu, bila mengandalkan kolom yang disediakan oleh media cetak akan tidak memiliki karya. Justru kehadiran website, blog, dan medsos di zaman now bisa dipergunakan untuk meningkatkan produktifitas menulis. Karena jujur, menulis akan enak dibaca bila keseharian kita membiasakannya.
Tentang konten yang akan ditulis tentu banyak sekali ragam yang bisa kita pilih. Bisa dari catatan harian, quotes, puisi, humor, dan lainnya. Genre tulisan itu semua dalam rangka memacu agar lahir tulisan-tulisan kita, yang kita terbitkan sendiri. Ini artinya sebagai penulis kita sudah belajar membiasakan menulis, manajeman waktu kita, dan belajar mengelola konten website, blog, atau medsos dalam rangka mempopulerkan diri. Alhasil, bila sekali diketik kata atau nama kita di mesin pencari (google, dsb) maka akan secepat kilat ditemukan. Jika tidak ada, berarti kita belum populer di dunia yang menuntut kita beradaptasi di era Industri 4.0.
Terlebih, hari ini menulis tidak perlu dengan laptop untuk menuju sebagai kebiasaan. Melainkan gawai yang hari ini dimiliki sudah menyediakan aplikasi microsoft yang bisa digunakan untuk menulis dimana, dan dalam kondisi apapun.
Pertanyaannya, siapkah kita hidup di  zaman now dengan membiasakan menulis? Bila siap, buatlah rumah (website, blog, akun medsos) yang berisi karya tulis kita, dan bisa diakses oleh warganet sebagai konsekuensi perkembangan TIK yang mau tidak mau harus ikut menguasai, serta mempergunakannya semaksimal mungkin untuk mempopulerkan diri.
Akhirnya selamat popular bagi yang sudah memilikinya.

Oleh: Usman Roin

Kolumnis di berbagai Media Cetak dan Online serta Trainer Menulis

Posting Komentar untuk "Penulis Sejati itu Terbiasa Menulis"

Berlangganan via Email