Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kunci Menulis adalah Pemanfaatan Waktu

MELIHAT-respon pembaca atas karya tulis yang telah terpublikasi, bagi penulis berkesan sekali. Walau hanya penulis publikasikan di web pribadi http://www.gurunulis.com, namun banyak yang ingin bisa menulis. Respon ini bagi penulis adalah sebuah keinginan baru  “pembaca” agar bisa menulis sebagaimana yang penulis lakukan.
Guna menjawab keinginan pembaca agar juga bisa menulis, yang dibutuhkan adalah mencoba menulis walau ditengah tanggung jawab pekerjaan yang diembah. Artinya, jika ada waktu senggang kala usai melakukan pekerjaan, maka disitulah waktunya menulis. Sehingga, waktu senggang tak begitu saja dibiarkan. Melainkan digunakan untuk menuliskan apa saja yang menjadi ide sebagai buah pikiran kita.
Menulis pada dasarnya bisa langsung diselesaikan secara langsung atau bertahap. Jika dilakukan dengan sekaligus selesai, ini artinya kita sudah murni konsen menjadi penulis. Artinya betul-betul menyediakan waktu menulis sehingga ide pikiran tulisan bisa diselesaikan saat itu juga.
Adapaun jika menulis di lakukan bertahap, ini artinya di sela-sela ada waktu luang digunakan untuk menulis. Menulis jenis ini kiranya cocok bagi siapa saja yang ingin tetap menulis ditengah tanggung jawab pekerjaan. Hanya saja tantangannya kadang ide yang brilian rawan hilang ditengah tanggung jawab pekerjaan yang menghimpit. Walau hal itu tidak semua  orang mengalaminya. Sehingga cara bertahap ini dilakukan agar kebiasaan waktu luang memang dioptimalkan betul-betul untuk meningkatkan skiil menulis. Alhasil, akan lahirlah karya ditengah keaktifan menulis yang dibiasakan.
Cerita menjadi penulis “hingga mahir” memang juga seperti itu. Tahapan demi tahapan dilalui untuk menghasilkan tulisan. Dari yang tidak bisa menulis, berlatih, mencoba mengirimkan, tidak patah semangat hingga kemudian karyanya bisa dibaca banyak orang. Kalaupun tidak tayang baik di media cetak atau online, agar tulisan tidak sia-sia (jawa:muspro) maka alternatif untuk membuat media sendiri melalui website, blog, atau medsos harus dilakulan. Tujuannya dalam rangka memberi penyaluran alternatif ketika semangat menulis kita tidak terbendung.
Fungsi media yang kita buat juga sebagai pengasah diri untuk melunakkan tulisan kita yang masih kaku. Atau juga sebagai jembatan untuk melihat genre apa yang tepat untuk ditekuni. Jika genre-nya sudah ketemu, maka menulis di media mainstream bukan sebagai pilihan utama yang penuh persaingan. Melainkan menulis dengan membuat wadah sendiri adalah usaha untuk meningkatkan kepercayaan diri. Alhasil, mencoba berkompetisi dengan para penulis yang sudah populer tidak akan menyurutkan nyali untuk bersaing jika menulis sudah dipupuk melalui media yang diciptakan sendiri.
Punya wadah menulis juga punya fungsi menghimpun karya untuk kemudian dibukukan. Inilah kelebihan jika penulis pemula punya wadah menulis yang ia bikin sendiri. Buku akan cepat ia lahirkan walau hanya penulis pemula. Karena belum tentu penulis senior punya wadah sendiri dan hanya menggantungkan pada rubrik yang di sediakan oleh pemilik media. Justru tulisan-tulisannya akan menjadi karya yang terbuang jika tidak tayang.
Sisi yang lain, menjadi penulis bila ingin punya karya memang harus pintar memanfaatkan waktu untuk menulis. Waktu luang yang ia miliki bagaikan modal awal untuk menyusun kerangka berpikir secara utuh. Adapun media yang kita miliki adalah sarana untuk melunakkan, mengasah kepercayaan diri menulis, hingga kemudian produktif menulis. Semua harus dilakukan tahap demi tahap jika ingin punya kisah sebagai penulis handal.
Akhirnya, semua kembali kepada kita. Mau meluangkan waktu untuk menulis atau membiarkan waktu percuma hilang ditelan waktu. Semoga ini bisa menjadi renungan kita!

Oleh: Usman Roin

Kolumnis di berbagai Media Cetak dan Online serta Trainer Menulis

Posting Komentar untuk "Kunci Menulis adalah Pemanfaatan Waktu"

Berlangganan via Email