Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memimpikan Keluarga Penulis

BERKARYA-lewat menulis itu perlu ditularkan kepada banyak orang. Proses menularkannya pun tidak hanya kepada orang lain yang tidak kenal atau jauh diluar sana, tetapi juga untuk orang-orang dekat yang kita cintai.

Memang susah dan perlu perjuangan untuk membimbing orang terdekat (keluarga) agar mau membiasakan diri menulis, utamanya yang ada nilai ilmiahnya. Tantangan untuk menyamakan dua isi kepala yang berbeda mazhab, hoby, habit dan lainnya perlu kesabaran tersendiri untuk melakoni-nya. Yang perlu dilakukan adalah senantiasa membimbing mendampingi dan member contoh nyata karya tulis yang kita hasilkan. 


Menulis bersama keluarga itu bagaikan membingkai nafas kehidupan dalam frame yang elegan. Ia seakan menjaga agar keutuhan berkeluarga itu terjaga lewat rona-rona kehidupan yang dideskripsikan dengan kata-kata. Selain itu, menulis bersama keluarga juga menjaga kekompakan ditengah skenario hidup yang diatur oleh Allah Swt yang tidak tahu ending-nya. Justru dengan menulis, ending makna akan sering kita temukan untuk kemudian dibagikan kepada orang lain. Oleh karena itu, untuk menjadi keluarga penulis, bagi penulis ada beberapa hal yang perlu dilakukan, antara lain:


Pertama,  perlu disatukan terlebih dahulu kemauan untuk menulis. Ini memberi maksud, bahwa jika ingin mengajak keluarga menjadi penulis maka kesamaan visi kegiatan “menulis” perlu disepakati terlebih dahulu. Mulai dari menjadwal menulis bersama baik harian atau mingguan perlu direncanakan dan diorganisir. Jika sudah terbiasa akan bisa mempola menulis. Maka dimana saja tempatnya kegiatan menulis akan sudah menjadi hal pokok yang akan dilakukan.


Kedua, mencoba untuk mengirim karya. Ini memberi maksud, bahwa pengakuan hasil karya kita jika ingin mendapatkan apresiasi dari orang lain maka hasil tulisan itu harus dikirimkan ke media. Apalagi di zaman now media cetak banyak memberi kolom untuk para penulis pemula menampilkan hasil tulisannya. Namun jika belum percaya diri dari hasil buah karyanya, untuk tahap awal bisa dikirimkan terlebih dahulu ke media online. Tidak lain untuk menambahkan semangat menulis selain juga karena kecilnya persaingan dengan para penulis senior yang sudah tenar.


Ketiga, jika sudah bisa menembus media (baik cetak atau online), langkah berikutnya adalah coba untuk meningkatkan gaya tulisan dalam bentuk yang lebih, semisal menerbitkan buku. Apalagi, hari ini untuk menerbitkan buku relatif mudah. Bisa dengan dikirimkan ke penerbit mayor, atau bila belum percaya diri bisa dengan menerbitkan secara mandiri (indie). Jadi model kelolosannya bisa disesuaikan dengan kita sebagai penulis karena selain sebagai penulis, kita juga merangkap tugas menjadi editor, layout, hingga marketing buku setelah tercetak.


Oleh karena itu, menyiapkan keluarga menjadi penulis itu bagi penulis punya manfaat yang besar. Salah satunya membingkai kesuksesan bersama orang terdekat lewat menulis. Selain itu, juga cakap mengorganisir harmonis dan disharmonis “masalah rumah tangga” menjadi bahan tulisan yang enak dibaca. Terlebih, dari kisah yang dideskripsikan akan melahirkan makna untuk kemudian menjadi pesan refleksi. Alhasil, pembaca menjadi tersadar untuk tetap melakukan kebaikan kepada sesama. 


Akhirnya, berkarya bersama keluarga lewat menulis hakekatnya mempersiapkan sejarah kehidupan ini agar bermakna, sebagai anugerah Allah Swt untuk kemudian banyak bersyukur lewat kehidupan nyata.

Oleh: Usman Roin
Penulis adalah Kolumnis di berbagai media Koran dan penulis buku “Langkah Itu Kehidupan”

Posting Komentar untuk "Memimpikan Keluarga Penulis"

Berlangganan via Email