Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Kenangan dengan Kawan

”Di WhatsApp (WA), kita bertemu kembali”, itulah kata yang mungkin bisa mewakili perasaan kecil Saya sebagai bagian dari Alumnus Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang angkatan 2000 terkhusus paket ’D’. 16 Tahun tak terasa, waktu cukup lama tak berjumpa namun serasa baru kemaren kita berpisah.  

Masa-masa kuliah di IAIN yang sekarang sudah menjadi UIN telah menjadi kenangan. Dulu kita berjumpa dari tidak kenal, masih malu-malu, culun, dan dengan berbagai styile masih-masing, terngiang jelas, oh.. ini teman saya yang sekarang bisa ketemu kembali walau baru dalam dunia maya. Karena, pasti setelah saling akrab didunia maya, ada harapan besar untuk bisa bertemu dalam dunia yang sesungguhnya. 

Lewat WA, kita dipertemukan. Entah iseng atau disengaja, namun saya ’Haqqul yaqin’, bahwa ada niat mulia, ingin merajut kembali persahabatan yang pernah kita bina disalah satu paket kecil bernama ’D’. 

Bila kita ingat bersama, sejuta kenangan indah mulai bangkit kembali. Dulu yang masing punya perawa…

Menekan Pelajar Bermotor ke Sekolah

PELAJAR-mengendarai motor dibawah umur sudah menjadi fenomena kasat mata kita. Padahal, Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 77 Ayat 1, mengatakan ”Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki surat izin mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan”. Secara eksplisit, pelajar yang belum genap usia 17 tahun dilarang menggunakan motor di jalan raya. Sebab, belum mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi).

Namun, realitasnya jauh dari kenyataan yang ada. Karena, hampir dibeberapa sekolah -menengah pertama- sudah banyak pelajar saat berangkat sekolah menggunakan motor. Alasan mereka sederhana, agar tidak telat ke sekolah, karena orang tua tidak bisa mengantarkan hingga sebab sudah bisa mengendarai motor sendiri.

Pada porsi ini, satu sisi ada yang benar. Namun disisi lain perlu dilihat secara cermat bagaimana polah pelajar yang membawa motor. Justru, naluri untuk menggeber sekuat-kuat motornya saat pulang se…