Langsung ke konten utama

Postingan

Obrolan dengan bib Ata Senior RISMA-JT

JUMAT-(17/1/20) malam saya ditanya oleh senior di organisasi Remaja Masjid Agung Jawa Tengah atau yang familier di singkat dengan RISMA-JT. Bib Ata itulah nama panggilan terbaru penulis. Panggilan itu bagi penulis tidak salah karena nama beliau memang Ata M Habib. Jadi kalau penulis ‘penggal’ nama belakang dan saya tambah dengan nama pertama, tidak ada unsur eksploitasi terkait pencemaran nama baiknya. Ha..ha..ha.

Pokok masalah yang ditanyakan belia adalah benarkah penulis menjabat sebagai Ketua RISMA-JT tahun 2006-2007. Dengan lugas dan sambil mengingat-ingat penulis kemudian meng-ia-kan. Karena disaat menjabat sebagai Ketua, masa jabatan penulis hanya setahun. Yang akhirnya setelah beberapa periode setelah penulis, kepengurusan setahun itu pendek sekali. Yang akhirnya diperharui masanya menjadi dua tahun setiap yang menjabat sebagai Ketua RISMA-JT.

Ingatan akan periodesasi masa jabatan para Ketua RISMA-JT, bagi penulis dan bib Ata akan pasti bila ada catatan yang dilakukan. Sayangnya …
Postingan terbaru

Sedekah Rasa Sawer

BAGI-anda yang suka musik dangdut, atau yang lazim disebut dangdut mania, tentu tidak asing dengan musik yang satu ini. Apalagi bila sudah mendengarkan dangdut ‘koplo’ waduh, rasanya seperti ingin joget-joget saja jempol tangan. Karena selain permainan kendangnya yang membikin orang ketagihan dan tergerak joget, juga para biduannya yang aduhai mantap pisan auranya.

Bicara orkes melayu dangdut, utamanya yang koplo, saya hanya akan menyampaikan yang saya ketahui saja. Ada Om Monata dari Sidoarjo, Jawa Timur; Om Sera dari Gresik, Jawa Timur; Om New Palapa dari Sidoarjo, Jawa Timur; Om Sagita dari Nganjuk, Jawa Timur; Om Sonata dari Jombang, Jawa Timur; Om Adella dari Tuban, Jawa Timur; dan Om Pantura dari Demak, Jawa Tengah. 

Apalagi, bicara dangdut, tidak lengkap rasanya dengan istilah sawer, yang dalam kamus KBBI online berarti meminta uang kepada penonton atau penonton memberikan uang kepada pemain. Apalagi kalau biduannya cantik, suaranya merdu, dan aduhai, pasti akan banyak penyawer y…

Wayahe Ngaji Alquran

HARI-ini (5 hari sekali) adalah jadwal saya setoran menghafal Quran dengan salah satu guru tahfiz di Sekolah yang juga sudah hafiz. Semangat untuk bisa menghafal Quran muncul karena saya ingin hafal Quran. Walau tidak dalam jumlah yang banyak, hingga berlembar-lembar, hal itu tetap saya lakukan. Karena keinginan saya, sehari satu ayat (one day one ayat).

Semangat muda untuk menghafal Quran tidak ingin saya padamkan. Entah kapan hatamnya itu tidak perlu saya pusingkan. Karena, dalam hitungan matematis, bila jumlah ayat Quran menurut Kuffiyun sebanyak 6.236 ayat, dan bila setahun ada 365 hari, artinya butuh 17 tahun satu bulan untuk merampungkannya. Benak kecil saya, semoga niatan baik ini senantiasa mendapatkan kemudahan dari Allah Swt.

Disalah satu materi hutbah, tertanggal 3 Januari 2020, saya sebagai khatib pernah menyampaikan, siapa lagi bila tidak kita (generasi muslim) yang menghafal Quran? Justru yang sudah lancar, bisa, dan bahkan fasih membaca Quran tidak berhenti di situ saja, …

Pikir Punya Pikir ‘Stampel’ Buku

SIANG-ini, Sabtu (4/1/20), saya diminta untuk refill (isi tinta) stampel organisasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang. Karena tidak memiliki isi ulang tintanya, akhirnya saya putuskan untuk mengisikan kepada ahli stampel yang tidak jauh dari tempat kerja.

Jasa tempat stampel modern itu adalah disalah satu swalayan ‘A..’ di Majapahit. Agar saya tidak kecelik dengan yang membuat, saya kemudian bertanya kepadanya di WA. Kebetulan sekali saya punya WA-nya. Tidak begitu lama, alhamdulillah direspon dengan jam buka yang jelas, yakni 14.30 Wib, setelah dia makan siang di warung yang tidak di sebutkan keberadannya.

Setelah saya ke lapak yang dimiliki di depan swalayan, keinginan saya untuk refill (isi ulang tinta) saya sampaikan. Jika satu warna Rp. 10.000, adapun kalau dua warna Rp. 20.000. Itulah keterangan resmi yang diberikan kepada saya.

Dalam proses refill stampel, saya sambil mengamati bagaimana caranya. Siapa tahu, saya sendiri bisa melakukannya. Setelah mengamati dan tahu, saya…

Spirit Belajar di Tahun Baru

BERAKHIRNYA-liburan natal dan tahun baru, tentu menyisakan tanda tanya mendalam. Apakah spirit perubahan ada pada kita semua, tidak terkecuali para pelajar dalam hal belajar? 

Pertanyaan ini penulis tekankan agar jangan sampai kehadiran tahun baru sekadar berlalunya kalender bulan Desember yang lama (old) menuju lembaran bulan Januari baru (new) yang nihil dari aktivitas dan semangat belajar. Justru tahun baru adalah tahun merumuskan strategi kehidupan untuk setahun yang akan datang tidak terkecuali kepada para pelajar dalam hal sukses belajarnya. Tujuannya, guna menjemput kesuksesan hidup yang diimpikan. Sehingga, peralihan zaman now –tahun baru– menjadi pemantik diri untuk memperbaiki segala usaha (ikhtiar maupun doa) sebagai langkah memperbarui mindset (pola pikir) guna mewujudkan goal tujuan kehidupan yang diimpikan melalui implementasi nyata melalui spirit baru belajar.

Tentang belajar bagi para pelajar pasca liburan, yang diperlukan adalah menciptakan lingkungan pembelajar. Lingku…

Opak ‘Sadaria’, Perjuangan Rantau Pencari Nafkah

ADA-fenomena empati luar biasa kala sedang menemani istri belanja bahan ‘Puding’ disalah satu swalayan ‘Super Indo’ di Majapahit. Empati itu terasa, saat sampai di parkiran dan menata motor agar lurus dan rapi. Peristiwa itu bermula kala penulis lihat di ujung pembatas antara parkir motor dan mobil, duduk beralaskan kardus seorang Bapak yang sedang berjualan opak ‘Sadaria’ bila tidak salah namanya.

Yang membuat penulis penasaran adalah, lalu lalangnya orang keluar dari swalayan ternyata tidak begitu ada yang bersimpati untuk membeli dagangannya. Yang lebih mengherankan lagi, si Bapak tersebut dalam menjajakan opaknya, juga membawa tas rangsel. Perkiraan penulis, jika demikian, si Bapak tersebut bukan asli Semarang. Sebab, membawa tas selain bahan dagangannya.

Sesekali, si Bapak tersebut meminum es teh yang dibeli sembari melihat datang dan perginya orang berbelanja. Penulis yang telah parkir di belakangnya merasa iba, ingin membeli opak yang masih banyak. Keibaan penulis ini tidak punya…

Kisah Pilu ‘Karpet Masjid’

ADA-kisah menarik tentang karpet masjid. Tepatnya karpet masjid yang selesai dicucikan namun tidak kunjung dipasang-pasang kembali oleh marbot. Mengutip wikipedia.org, marbot masjid adalah seseorang yang bertanggung jawab mengurus keperluan masjid, utamanya yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan tempat ibadah tersebut.

Terlebih, meminjam bahasa H. Ahmad Yani dan Achmad Satori Ismail dalam buku ‘Menuju Masjid Ideal’ (2001: 96) bahwa kelengkapan fasilitas masjid (Karpet, AC, ruangan-ruangan, dll) adalah bagian dari tanda langkah-langkah menuju masjid itu dikatakan ideal. Sebab, masjid telah memiliki kelengkapan fasilitas untuk memakmurkan umatnya baik terkait ubudiyah, sosial, pendidikan dan lain-lainnya.

Anehnya, melihat karpet sebagai kelengkapan fasilitas masjid yang ideal, dan tidak kunjung dipasang, tidak banyak yang coba memberi masukan. Atau justru, penulis yang terakhir memberi masukan. Entahlah, yang penting penulis coba untuk ikut mengingatkan. Padahal keberadaan karpet m…